Infrastruktur Pemerintahan Terus Diperkuat, Gedung DPRD Sulteng Dibangun Bertahap

Berantas.id,PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pemerintahan melalui pembangunan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang lebih representatif. Memasuki Tahun Anggaran 2026, proyek tersebut resmi memasuki tahap pekerjaan struktur dengan nilai kontrak mencapai Rp32,8 miliar.

Melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Sulawesi Tengah, pembangunan tahap struktur difokuskan pada penyelesaian elemen utama bangunan, mulai dari pondasi basement hingga struktur atap dengan total luas bangunan sekitar 6.700 meter persegi.

PPK Penataan Lingkungan dan Bangunan Gedung Dinas CIKASDA Sulawesi Tengah, Teguh Haryono, ST., MM., melalui PPTK Kegiatan Penetapan dan Penyelenggaraan Bangunan Gedung untuk Kepentingan Strategis Daerah, Muhammad Yasser Kamindang, ST., M.Eng., menjelaskan bahwa pekerjaan tahun ini menjadi fondasi penting bagi keseluruhan pembangunan gedung.

“Pada tahap ini, pekerjaan meliputi pembangunan pondasi basement, struktur lantai satu, lantai dua, lantai tiga hingga struktur atap dengan luas bangunan sekitar 6.700 meter persegi,” ujarnya.

Paket pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Setia Mulia Abadi berdasarkan kontrak Nomor 03/FISIK-SP/PLBG-CIKASDA/VI/2026 tertanggal 8 Juni 2026. Pekerjaan mulai dilaksanakan setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 9 Juni 2026.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp32.801.333.000, proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 200 hari kalender, terhitung sejak 9 Juni hingga 25 Desember 2026.

Tahap struktur menjadi bagian paling krusial karena akan menentukan kekuatan dan ketahanan bangunan sebagai penopang seluruh konstruksi pada tahapan selanjutnya. Penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal menjadi kunci agar pembangunan dapat berlanjut tanpa hambatan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan pembangunan gedung baru DPRD dapat diselesaikan secara menyeluruh pada tahun anggaran 2027. Tahap lanjutan akan mencakup pekerjaan arsitektural, mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP), serta penataan lansekap, dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan anggaran.

“Kami berharap seluruh pembangunan dapat dituntaskan pada tahun anggaran 2027 melalui penyelesaian pekerjaan arsitektural, MEP, dan lansekap sehingga gedung dapat segera difungsikan,” kata Muhammad Yasser Kamindang.

Hadirnya gedung DPRD yang baru diharapkan mampu mendukung peningkatan kinerja lembaga legislatif Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus menghadirkan fasilitas pemerintahan yang lebih modern, representatif, dan nyaman bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Dengan luas bangunan sekitar 6.700 meter persegi dan nilai investasi Rp32,8 miliar pada tahap struktur, proyek ini menjadi salah satu pembangunan gedung pemerintahan strategis terbesar yang tengah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2026. ***