JMSI SULTENG SIAPKAN DIALOG PUBLIK, BAHAS RUANG PENGUSAHA LOKAL DI SEKTOR PERTAMBANGAN

BERANTAS.ID, PALU– Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tengah menyiapkan sejumlah agenda organisasi dalam waktu dekat. Salah satunya Rapat Kerja (Raker) yang akan dirangkaikan dengan dialog publik mengenai peluang usaha di sektor pertambangan.

Agenda tersebut dibahas dalam rapat pengurus JMSI Sulteng yang berlangsung di salah satu kafe di Kota Palu, Sabtu (19/9/2026).

Ketua Pengda JMSI Sulteng, Murtalib, mengatakan Raker menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan sejumlah program organisasi ke depan.

Selain Raker, JMSI Sulteng berencana menggelar dialog publik bersama Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulteng. Dialog tersebut akan menghadirkan Ketua HIPKA Sulteng, H. Ambo Dalle.

Tema yang akan diangkat yakni “Menakar Peluang Usaha di Sektor Pertambangan di Tengah Gempuran Investor Besar dari Luar Sulteng.”

Menurut Murtalib, sektor pertambangan menjadi salah satu isu yang relevan untuk dibicarakan karena perkembangan investasi di sektor tersebut turut membuka berbagai peluang usaha yang dapat dibahas dari perspektif pelaku usaha lokal.

“Yang ingin kami dorong adalah ruang dialog. Bagaimana perkembangan investasi di sektor pertambangan dapat dibicarakan secara terbuka, termasuk peluang yang bisa diakses dan dikembangkan oleh pengusaha lokal,” kata Murtalib.

Ia menambahkan, dialog publik tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai pandangan mengenai kondisi dunia usaha di Sulawesi Tengah, khususnya terkait peluang kemitraan, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta tantangan yang dihadapi pengusaha lokal.

Di sisi lain, JMSI Sulteng juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi wartawan. Sejumlah anggota JMSI Sulteng direncanakan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 28–29 September 2026.

Murtalib menyebut peningkatan kompetensi wartawan merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalisme dan kualitas pemberitaan media siber.

“Kompetensi wartawan menjadi salah satu perhatian kami. Karena media yang profesional tentu membutuhkan wartawan yang memiliki kompetensi dan memahami kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Selain agenda tersebut, JMSI Sulteng juga mempersiapkan kegiatan sosial melalui program JMSI Peduli. Kegiatan itu rencananya diwujudkan dalam bentuk penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

“JMSI tidak hanya berbicara tentang organisasi dan media. Kami juga ingin kehadiran JMSI bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” tutur Murtalib.

Dalam rapat tersebut, pengurus JMSI Sulteng turut membahas rencana membangun komunikasi dan kemitraan dengan Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), baik dari perusahaan pers yang tergabung dalam JMSI maupun asosiasi perusahaan pers lainnya.

Kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarpemimpin redaksi serta membuka ruang kolaborasi dalam mendukung perkembangan ekosistem pers di Sulawesi Tengah.

Murtalib berharap seluruh agenda yang telah disiapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi anggota JMSI, masyarakat, maupun perkembangan dunia pers di Sulawesi Tengah.

“Kami berharap seluruh agenda ini bisa terlaksana dengan baik. Raker untuk penguatan organisasi, dialog publik untuk membuka ruang diskusi, UKW untuk peningkatan kompetensi, dan JMSI Peduli sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” pungkasnya.***