Berantas.id, Luwuk, Banggai – Pekerjaan jalan nasional Pagimana–Batui menunjukkan progres lebih cepat dari rencana. Hingga awal Oktober 2025, realisasi fisik mencapai 64,78 persen, melampaui target kontrak sebesar 62,25 persen. Dengan begitu, terdapat deviasi positif sebesar 2,53 persen.
“Dengan progres saat ini, kami optimis pekerjaan dapat rampung sesuai jadwal kontrak. Bahkan, kami berupaya agar penyelesaiannya bisa lebih cepat,” jelas Ibrahim.
Fokus Penanganan Longsor dan Abrasi
Titik pertama: bronjong PVC, progres 97 persen.
Titik kedua: metode facing beton, tuntas 100 persen.
Titik ketiga: dalam tahap pemasangan bouwplank.
Untuk abrasi pantai di Pagimana–Biak–Luwuk, pemasangan sandsheet telah selesai, dilanjutkan dengan pekerjaan marka jalan dan penguatan badan jalan di beberapa segmen.
Antisipasi Kendala Teknis
Meski di lapangan masih ada tantangan seperti curah hujan tinggi dan kerusakan alat berat, penyedia jasa menyiapkan langkah antisipasi. Perbaikan maupun penggantian alat dilakukan segera, dan rapat koordinasi mingguan terus digelar untuk mempercepat penyelesaian kendala teknis.
Manfaat Bagi Masyarakat dan Wisata
Jika rampung sesuai jadwal, jalan nasional Pagimana–Batui dipastikan membawa manfaat luas. Tidak hanya memperlancar arus transportasi dan distribusi barang, tetapi juga memudahkan masyarakat maupun wisatawan mengakses destinasi wisata di Kabupaten Banggai, seperti pantai dan kawasan desa wisata di sekitar Pagimana–Batui.
“Dengan jalan mantap, mobilitas masyarakat semakin mudah, distribusi ekonomi lebih lancar, dan wisatawan juga lebih nyaman menuju lokasi wisata,” tambah Ibrahim.
Harapan Daerah
Pembangunan jalan nasional di Sulawesi Tengah menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulteng dalam memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia. Dengan progres yang kini melampaui target kontrak, masyarakat berharap jalur Pagimana–Batui dapat segera menjadi penghubung utama bagi aktivitas ekonomi, mobilitas warga, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata daerah. (B1)
