BERANTAS.ID, SULAWESI TENGAH — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mematangkan langkah percepatan pembangunan infrastruktur melalui Program BERANI LANCAR yang diinisiasi Gubernur Anwar Hafid. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 dengan fokus pada pembangunan dan peningkatan 12 ruas jalan strategis senilai Rp604,8 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, menegaskan bahwa BERANI LANCAR dirancang untuk memberikan dampak luas dan berkelanjutan.
Strategi Terukur dan Berbasis Dampak
Dalam implementasinya, Dinas Bina Marga menyiapkan sejumlah strategi agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. Langkah tersebut meliputi penentuan prioritas ruas berdasarkan konektivitas dan dampak ekonomi, penggunaan skema kontrak multiyears, hingga pemetaan kondisi jalan berbasis data.
Menurut Faidul, pembangunan 12 ruas jalan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka daerah yang masih terisolasi. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau pasar, layanan pendidikan, dan fasilitas kesehatan.
Kondisi Jalan dan Target Peningkatan
Skema kontrak tahun jamak yang digunakan dalam proyek ini juga telah mendapatkan persetujuan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.
Dorong Ekonomi dan Pemerataan Wilayah
Program BERANI LANCAR diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Perbaikan infrastruktur jalan diyakini mampu menekan biaya logistik dan mempercepat waktu tempuh antarwilayah.
Hal ini menjadi krusial bagi sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan yang selama ini menghadapi kendala distribusi akibat kondisi jalan yang belum optimal.
Selain itu, pembangunan jalan juga diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan di wilayah strategis seperti Morowali Utara, Banggai, dan Banggai Kepulauan. Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Pengawasan Ketat dan Komitmen Kualitas
Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, pengawasan dilakukan secara berlapis. Selain pengawasan internal, pemerintah juga melibatkan konsultan independen guna menjaga mutu pekerjaan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya proyek fisik, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Melalui Program BERANI LANCAR, Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam membangun konektivitas yang lebih kuat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai wilayah.***
