BERANI MENYALA Bukan Gimmick, Ribuan Rumah Siap Nikmati Listrik Gratis

BERANTAS.ID, SULAWESI TENGAH, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperluas program listrik gratis melalui program BERANI MENYALA pada 2026.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng Drs. Arfan, M.Si menegaskan, program tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah menghadirkan akses listrik hingga ke desa terpencil.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Trilogi, Selasa (19/5/2026), Arfan menyebutkan pada tahun 2026 Pemprov Sulteng mengalokasikan sebanyak 1.017 unit sambungan baru kWh meter di sembilan kabupaten.

Wilayah penerima meliputi Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, Tolitoli, Morowali Utara, Morowali, Tojo Una-Una, Banggai, dan Banggai Laut.

“Untuk target di tahun 2026 kami mengalokasi sejumlah 1017 unit sambungan baru kWh Meter di 9 Kabupaten. Dengan ini harapan kami masyarakat benar-benar bisa memanfaatkannya untuk belajar, berusaha, dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Arfan.

Program bantuan listrik gratis itu diprioritaskan bagi keluarga miskin ekstrem yang masuk desil 1 sampai desil 4 berdasarkan data DTSEN, rumah tangga yang belum memiliki meteran listrik, serta daerah blankspot dengan rasio elektrifikasi rendah.

Menurut Arfan, program listrik gratis desa terpencil tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

ESDM Sulteng bersama pemerintah kabupaten dan PT PLN (Persero) melakukan verifikasi data untuk memastikan bantuan kWh meter gratis tepat sasaran.

“Kami memastikan penyasaran melalui verifikasi data bersama pemerintah kabupaten dan PT PLN (Persero),” katanya.

Dalam pelaksanaannya, program BERANI MENYALA masih menghadapi sejumlah tantangan.

Kondisi geografis Sulawesi Tengah yang berbukit, banyak wilayah terpencil, serta akses infrastruktur dasar yang terbatas menjadi hambatan utama pembangunan jaringan listrik.

Selain itu, cuaca ekstrem dan distribusi logistik material ke pelosok juga memperlambat proses penyambungan listrik gratis di sejumlah wilayah.

“Kami hadapi ini dengan pendekatan bertahap, mulai dari desa-desa prioritas yang sudah siap jaringan PLN, sambil mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung,” jelas Arfan.

Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk mempercepat implementasi program pada 2026.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid disebut aktif memimpin rapat strategis dan mendorong sinergi bersama PLN Sulutenggo serta pemerintah kabupaten.

“Kami rutin berkoordinasi dengan PLN Sulutenggo untuk mempercepat pembangunan jaringan, gardu, dan penyambungan. Dengan pemkab, kami lakukan pemetaan bersama, sharing data, dan dukungan anggaran serta lahan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada sambungan rumah tangga, program BERANI MENYALA juga mencakup pembangunan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) di desa-desa dan wilayah blankspot.

Program ini diharapkan mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari peningkatan akses pendidikan, aktivitas ekonomi keluarga, hingga kualitas hidup warga di wilayah terpencil.

“Visi besarnya tidak ada lagi wilayah gelap di Sulteng. Setiap rumah berhak mendapat terang, sebagai fondasi kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ini bagian dari komitmen keadilan pembangunan hingga 2029,” tutup Arfan. ***

News Feed