DIDUGA MENYIMPANG DARI BESTEK, SALURAN BELUM GENAP SETENGAH TAHUN AMBRUK

Berantas.id, Donggala – Diduga karena lemahnya pengawasan dari PPK ll.4 ( Pejabat Pembuat Komitmen) dan konsultan pengawas terhadap pelaksanaan pekerjaan saluran pasangan batu dengan mortar di Desa Sikara Tobata, Kacamatan Tambusabora, Kabupaten Donggala, mengakibatkan pekerjaan saluran air tersebut ambruk sebelum memenuhi fungsinya.

Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa pelaksanaan bangunan saluran air itu merupakan proyek preservasi jalan ruas Tompe – Pantoloan – Kebonsari (Talise) dengan menggunakan sumber dana APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara ) pada TA ( Tahun Anggaran ) 2022 sebesar Rp.13.819.000.000,00.

Ironisnya, dengan waktu pelaksanaan pembangunan saluran pasangan batu dengan mortar terhitung mulai tanggal 14 Mey 2022 dan ambrol sepanjang 15 Meter pada tanggal 21 Agustus 2022 yang dikerjakan oleh rekanan PT. Panca Jaya Anugrah tersebut, kini kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, patah dan ambruk sepanjang kurang lebih 15 meter.

Warga yang melintas di wilayah desa setempat menduga ambruknya bangunan saluran air tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai bestek dan diduga menggunakan material bangunan yang tidak memenuhi standart aturan konstruksi.

“Kalau melihat bagian bawahnya yang ambruk, bukan karna gerusan air atau bencana alam tapi diduga karna pengaruh ketebalan dinding bawah tidak sesuai dengan desain dalam kontrak kerjanya dan dasarnya diduga tidak menggunakan galian pondasi sehingga tidak mampu membawa bebannya,” ungkap Jupri salah seorang warga ditemui media ini di area proyek.

Meskipun dirinya mengaku tidak tahu menahu urusan konstruksi, namun Jupri berharap agar kerusakan tersebut segera diperbaiki secepatnya karena ini menyangkut uang rakyat dan terlebih lagi soal asas manfaatnya.

Senada dengan disampaikan Jupri, salah seorang PH ( Praktisi Hukum ) Abd Razak. SH turut mendesak Balai Jalan Nasional Palu terkhusus PPK ll.4 dan Konsultan pekerjaan agar ketat dalam melakukan pengawasan.

“Masa pekerjaan yang dilaksanakan sekitar bulan Mey 2022 kini rusak di bulan Agustus 2022, itu kondisinya saat ini sudah ambruk. Kalau dihitung dari hari ini kan belum sampai berumur setengah tahun salurannya sudah ambruk,” kata Razak ditemui media ini, Senin (22/8/2022) di salah satu warung kopi di Kota Palu.

Dirinya menduga saluran yang ambruk tersebut dikerjakan tidak sesuai desain kemudian kualitas material yang digunakan diduga tidak standart atau mencampur takaran adukan adonan pasir dan semen yang tidak sesuai dengan spek.

“Bisa jadi ini akan menimbulkan prasangka macam-macam dari banyak kalangan. Ini tidak sehat. Apalagi kalau kemudian melebar pada tudingan dugaan kerjasama antar pihak pihak. Ya itu mungkin saja. Bukankah hasil pekerjaannya sudah terlihat ambruk gitu. Masak pekerjaan yang baru empat bulan dikerjakan sudah ambruk,” katanya.

Ia juga mengkhawatirkan pekerjaan tersebut di subkan keperusahan lain atau disubkan kepada perorangan yang tidak profesional atau perorangan yang sekedar asal mendapat pekerjaan, kemudian dikerjakan asal asalan.

“Pokoknya kami selaku Praktisi Hukum di Sulteng meminta kepada pihak pelaksana untuk memperbaiki bangunan yang ambrol itu dengan mengedepankan mutu dan kualitas yang baik kemudian menggunakan material yang bagus dan takaran campuran yang sesuai dengan spek, agar bangunan tersebut kuat dan bertahan sesuai waktunya,” imbuhnya.

Selain itu ia juga meminta pengerjaan proyek itu harus ditinjau ulang, selain itu harus ada evaluasi dari TIM Balai Jalan Nasional Palu serta Koordinator yang bekerja di Unit Kepatuhan Internal (UKI) yang di bentuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Karena jika setiap pekerjaan ada ketidak sesuaian pelaksanaan, tentu akan menimbulkan dampak kurang bagus, bisa jadi masyarakat yang dirugikan akan marah lo, kata dia. Oleh sebab itu, harus dievaluasi kembali jangan sampai pihak pengguna jasa tidak mengambil tindakan.

“Pengawasan harus ditingkatkan, agar kontraktor pelaksana di proyek itu tidak memiliki celah untuk berbuat curang. Kami minta ada ketegasan terhadap pelaksana kegiatan yang nakal,” tegasnya.

Ia menambahkan, terhadap persoalan dilapangan, jangan sampai muncul dugaan bahwa KASATKER PJN II, PPK ll.4 dan Konsultan pengawas terkesan tutup mata, padahal sudah jelas dari bangunan saluran air itu ada yang ambruk dan harus segera diperbaiki kembali.

“Jangan jangan ada kongkalingkong antara pihak pihak. Karena persoalan yang ada di lapangan tidak segera diperbaiki seolah terkesan tidak akan ada yang mengetahuinya,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen ll.4 (PPK) Hikma ST, dari Balai Jalan Nasional Palu saat dikonfirmasi awak media, Waalaikum mussalam.🙏🏻 Terkait saluran mortar akan di lakukan perbaikan dan sekedar memberitahukan bahwa belum di lakukan opname terhadap saluran mortar kami sehingga belum terbayarkan 🙏🏻. (tim)