Elevated Road Rajamoili–Cut Mutia Rampung, Perkuat Konektivitas dan Mitigasi Bencana di Kota Palu

BERANTAS.ID,PALU – Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di kawasan timur Indonesia guna mendukung konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Salah satu langkah konkret tersebut ditunjukkan melalui rampungnya proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jalan Rajamoili–Komodo di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jalan Rajamoili–Komodo di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Ruas jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan Rajamoili, Jalan Komodo, hingga area penggaraman Pantai Talise dan kawasan Kampung Nelayan, yang selama ini menjadi salah satu titik dengan aktivitas lalu lintas padat di Kota Palu.

Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jalan Rajamoili–Komodo di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Koridor tersebut kini siap dioperasikan sebagai bagian dari pengembangan segmen elevated road atau jalan layang di Kota Palu, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kendaraan sekaligus memberikan perlindungan tambahan terhadap potensi bencana pesisir.

Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jalan Rajamoili–Komodo di Kota Palu, Sulawesi Tengah

“Seluruh pekerjaan utama pada segmen ini telah diselesaikan. Pengaspalan, marka jalan, hingga pekerjaan Jembatan Komodo sudah rampung dan siap mendukung operasional jalan layang Kota Palu,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Provinsi Sulawesi Tengah, Rizky Ananda, ST., M.Eng.

Berdasarkan data teknis Paket A1, total panjang penanganan ruas Rajamoili–Jalan Komodo–penggaraman Pantai Talise mencapai lebih dari 4 kilometer. Rinciannya meliputi segmen elevated road Rajamoili–Komodo sepanjang 2,096 kilometer, segmen penggaraman Pantai Talise 1,625 kilometer, serta ruas Rajamoili–Kimaja sepanjang 0,690 kilometer.

Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jalan Rajamoili–Komodo di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Secara keseluruhan, proyek ini merupakan bagian dari Paket A1 Kota Palu, yang mencakup penanganan 16 ruas jalan dengan total panjang mencapai 16,255 kilometer. Adapun untuk penanganan khusus ruas Rajamoili–Cut Mutia, dilakukan sepanjang 2,121 kilometer dan kini telah berfungsi optimal.

Dari sisi pendanaan, proyek Paket A1 Kota Palu menggunakan skema Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) sebagai hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang melalui dukungan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilakukan oleh PT Bumi Duta Persada, berdasarkan kontrak bernomor HK.02.01/IRSL-A1/Bb14.6.5/01.

Secara teknis, pembangunan elevated road Rajamoili–Cut Mutia mengusung konsep peninggian badan jalan dengan elevasi mencapai 3 hingga 4 meter. Desain ini tidak hanya berfungsi meningkatkan kapasitas lalu lintas, namun juga memperkuat sistem perlindungan kawasan pesisir Kota Palu terhadap ancaman bencana, termasuk potensi tsunami dan pergeseran tanah akibat gempa.

Selain pekerjaan konstruksi jalan, proyek ini juga mencakup penataan kawasan melalui pemasangan blok beton, pengembangan ruang terbuka hijau (RTH), serta penambahan elemen ikon kawasan berupa patung kuda yang menjadi penanda estetika sekaligus identitas wilayah.

Untuk mitigasi risiko tsunami dan pergerakan tanah, diterapkan dua metode utama yakni toe protection dan retaining wall. Toe protection menggunakan block armor untuk meredam energi gelombang laut di area dengan lahan memadai, sementara retaining wall diterapkan pada titik-titik dengan keterbatasan ruang sebagai penguatan struktur jalan di kawasan rawan pergeseran tanah.

Dengan selesainya proyek Jalan Rajamoili–Komodo, pemerintah berharap infrastruktur ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di koridor Rajamoili–Cut Mutia sekaligus memperkuat konektivitas, keselamatan, serta ketahanan infrastruktur pesisir di Kota Palu. ***

News Feed