BERANTAS.ID,PALU – Peta persaingan menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah kian dinamis. Di tengah menguatnya dinamika tersebut, nama Gufran Ahmad tampil sebagai salah satu figur yang paling menyita perhatian.
Dalam beberapa waktu terakhir, dukungan terhadap Gufran disebut terus mengalir dari berbagai kalangan pelaku usaha dan organisasi. Rekam jejaknya selama memimpin INKINDO Sulawesi Tengah periode 2014–2022 dinilai menjadi faktor utama yang mengangkat namanya ke permukaan.
Tak hanya dikenal sebagai organisatoris, Gufran juga dinilai memiliki kapasitas dalam mendorong sinergi antara dunia usaha dan pembangunan daerah. Sejumlah program yang pernah diinisiasi disebut memberi dampak langsung terhadap penguatan sektor jasa konstruksi dan ekonomi lokal.
Salah satu momentum penting yang kerap disorot adalah keberhasilannya menghadirkan agenda nasional INKINDO di Kota Palu pada 2016. Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar ajang organisasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas sektor jasa, perhotelan, dan UMKM.
Di sisi lain, pengalaman dalam menghadapi masa krisis juga menjadi catatan tersendiri. Pasca bencana 2018, langkah-langkah pemulihan yang didorong dinilai memperlihatkan respons cepat dan kepedulian terhadap keberlangsungan usaha anggota.
Penguatan kelembagaan pun tak luput dari perhatian. Upaya penataan aset dan peningkatan legalitas organisasi menjadi bagian dari langkah strategis yang memperkuat fondasi organisasi secara berkelanjutan.
Sejumlah pengamat menilai, kombinasi pengalaman, jejaring, serta pemahaman terhadap kebutuhan dunia usaha menjadikan Gufran Ahmad sebagai salah satu kandidat kuat dalam kontestasi Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sulawesi Tengah.
Dengan dinamika yang terus bergerak, persaingan menuju kursi Ketua Kadin Sulteng dipastikan akan semakin menarik. Nama Gufran Ahmad pun kini disebut-sebut sebagai figur yang patut diperhitungkan hingga tahap akhir.***
