Berantas.id, Palu – Proyek A1 Kota Palu terus menunjukkan progres signifikan dalam rekonstruksi infrastruktur pasca bencana 2018. Dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, proyek ini bertujuan memperkuat konektivitas jalan dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
“Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan dan penguatan infrastruktur Kota Palu pasca bencana, dengan fokus pada ketahanan terhadap bencana dan peningkatan konektivitas,” ujar Rizky.
Elevated Road: Solusi Infrastruktur Tahan Bencana
Selain itu, proyek ini juga mencakup peninggian badan jalan di beberapa ruas utama guna mengantisipasi potensi banjir dan kerusakan akibat gempa.
Rehabilitasi 15 Ruas Jalan Utama
Proyek A1 juga mencakup perbaikan dan rehabilitasi 15 ruas jalan utama Kota Palu, termasuk:
– Jalan Karanjalembah (1,971 km)
– Jalan Dewi Sartika (2,790 km)
– Jalan Moh Yamin (2,398 km)
Pendanaan dan Tantangan Proyek
Proyek A1 Kota Palu didanai melalui skema Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL), hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Dengan durasi pelaksanaan 540 hari sejak Desember 2023, proyek ini ditargetkan selesai tepat waktu.
Pemerintah Kota Palu juga turut berperan dalam pengaturan arus logistik dan penataan fasilitas umum di sekitar jalur yang sedang dibangun, termasuk penyelarasan dengan pembangunan Jembatan Palu IV.
Meski menghadapi tantangan geografis dan kondisi tanah yang rentan bencana, tim proyek telah menyelesaikan lebih dari dua pertiga pekerjaan. Fokus utama saat ini adalah peninggian badan jalan, perbaikan drainase, dan pemasangan perkerasan jalan.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Secara keseluruhan, Proyek A1 Kota Palu tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendukung pemulihan ekonomi pasca bencana. Dengan tersambungnya kembali ruas-ruas jalan yang sempat terputus, proyek ini diharapkan memperlancar arus logistik dan meningkatkan aksesibilitas ke berbagai area penting di Kota Palu.
