BERANTAS.ID,SULTENG – Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengurai keterisolasian wilayah terus bergerak. Melalui program BERANI Lancar, pembangunan infrastruktur jalan kembali digenjot untuk membuka konektivitas baru sekaligus memperkuat denyut ekonomi masyarakat di daerah.
Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian adalah Rekonstruksi Jalan Pangkalaseang–Balantak–Sobol sepanjang 9 kilometer.
Ruas strategis tersebut diproyeksikan memperkuat konektivitas antara Kecamatan Balantak Utara dan Kecamatan Mantoh, sekaligus membuka akses sejumlah desa yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.
Tak sekadar membangun jalan, proyek ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah menghadirkan akses yang lebih lancar bagi masyarakat, memperpendek waktu tempuh, serta mendukung distribusi hasil perkebunan dan pertanian.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rekonstruksi Jalan Pangkalaseang–Balantak–Sobol, Rusly S. Bahay, S.T., menyampaikan bahwa progres pekerjaan hingga September 2026 menunjukkan capaian positif.
“Kontrak paket rekonstruksi jalan ini berjalan sejak 25 Mei 2026. Berdasarkan monitoring performa pada bulan September 2026 ini, rencana fisik yang ditargetkan sebenarnya hanya 2,35%. Namun, realisasi fisik di lapangan berhasil melesat hingga 9,30%. Artinya, kami mencatatkan deviasi positif sebesar 6,95%,” tulis Rusly kepada media ini, Jumat (25/9/2026).
Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan pekerjaan berada di atas rencana yang telah ditetapkan.
Proyek ini terbagi dalam tiga segmen penanganan. Segmen pertama berada pada ruas Pangkalaseang–Balantak, melintasi kawasan Desa Batu Mandi dan Desa Ondoliang, Kecamatan Balantak Utara.
Sementara segmen kedua dan ketiga berada pada ruas Balantak–Sobol, mencakup akses Desa Bollo dan Desa Binotik, kemudian berlanjut menuju Desa Sobol hingga Desa Pondan di Kecamatan Mantoh.
Dari Jalan, Mengalir ke Ekonomi Rakyat
Pekerjaan konstruksi mencakup sejumlah item, mulai dari galian biasa, pemasangan mortar, urugan pilihan (urpil), Lapis Pondasi Atas (LPA), hingga perkerasan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).
Pada sejumlah titik, penguatan struktur juga dilakukan melalui pembangunan deker dan rabat beton.
Peningkatan kualitas jalan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Jalan yang semakin mantap akan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung kelancaran distribusi komoditas dari wilayah produksi menuju pusat perdagangan.
Komoditas perkebunan seperti kelapa dan cengkih menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan dukungan konektivitas jalan yang memadai.
Dengan akses yang semakin baik, distribusi hasil pertanian dan perkebunan diharapkan menjadi lebih efisien, sementara waktu tempuh dan biaya perjalanan dapat ditekan.
BERANI Lancar, Infrastruktur untuk Membuka Akses
Rekonstruksi Jalan Pangkalaseang–Balantak–Sobol merupakan bagian dari implementasi program BERANI Lancar, agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid yang diarahkan untuk meningkatkan kemantapan jalan provinsi dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Proyek ini memiliki masa pelaksanaan 600 hari kalender, terhitung sejak 25 Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada 14 Januari 2028.
Hingga September 2026, manajemen proyek menyebut belum terdapat kendala berarti di lapangan, baik dari sisi teknis maupun pembebasan lahan.
Rusly berharap capaian positif tersebut dapat dipertahankan hingga seluruh pekerjaan rampung.
“Harapan kami tentu proses pelaksanaan ini bisa terus berjalan dengan lancar tanpa ada kendala dan hambatan ke depannya. Infrastruktur yang baik adalah kunci utama agar mobilitas warga lancar, perputaran ekonomi desa meningkat, dan visi BERANI Lancar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Jika penyelesaian berjalan sesuai target, jalan sepanjang 9 kilometer ini bukan sekadar membuka ruas jalan baru, tetapi diharapkan menjadi penghubung penting antara Balantak Utara dan Mantoh.
Dari konektivitas yang semakin terbuka, akses masyarakat menuju sentra pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga pelayanan publik diharapkan ikut bergerak semakin lancar.
BERANI Lancar bukan sekadar membangun jalan tetapi membuka akses, menggerakkan ekonomi, dan mendekatkan masyarakat antarkawasan di Sulawesi Tengah. ***
