Jalan Nasional Tolai–Sausu Catat Deviasi Positif, Kinerja Konstruksi di Atas Target

BERANTAS.ID, PARIGI MOUTONG – Komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional melalui pembangunan infrastruktur terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya terlihat pada pelaksanaan Proyek Preservasi Jalan Nasional Tolai–Sausu di Sulawesi Tengah yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Hingga pertengahan tahun 2026, progres fisik proyek telah mencapai 36,41 persen, melampaui target sebesar 31,62 persen. Dengan demikian, paket pekerjaan tersebut membukukan deviasi positif 4,79 persen, sekaligus menjadi indikator keberhasilan pengelolaan proyek yang berjalan lebih cepat dari rencana.

Paket preservasi jalan dengan nilai kontrak mencapai Rp112,69 miliar tersebut merupakan salah satu proyek strategis yang berperan penting dalam menjaga kemantapan Jalan Nasional sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sulawesi Tengah.

General Superintendent PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili, Hikmawati, menjelaskan bahwa capaian progres yang melampaui target merupakan hasil dari strategi percepatan yang diterapkan secara konsisten sejak awal pelaksanaan pekerjaan.

Menurutnya, seluruh tim proyek menjalankan perencanaan yang terukur pada setiap item pekerjaan serta melakukan evaluasi rutin untuk memastikan target harian dan mingguan dapat tercapai.

“Kami membuat rencana kerja percepatan terhadap masing-masing item pekerjaan dan totalitas tim yang solid sehingga selalu melakukan evaluasi terhadap target dari rencana yang dibuat,” ujar Hikmawati.

Berdasarkan data pelaksanaan, proyek memiliki pagu anggaran sebesar Rp119,35 miliar dengan masa kontrak yang masih menyisakan 214 hari kerja. Meski demikian, status proyek saat ini berada pada kategori tidak kritis, menandakan pelaksanaan konstruksi berjalan sesuai koridor yang telah direncanakan.

Tidak hanya pada progres keseluruhan, capaian tahunan proyek juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Realisasi fisik tahun 2026 telah mencapai 37,23 persen, melampaui target 30,32 persen atau mencatat deviasi positif sebesar 6,91 persen.

Sejumlah pekerjaan utama menjadi pendorong percepatan progres di lapangan. Di antaranya pekerjaan perkerasan aspal, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Lapis Pondasi Agregat Kelas B, serta pekerjaan pasangan batu mortar yang sebagian besar telah mendekati tahap penyelesaian.

Kinerja positif juga terlihat pada hampir seluruh item pekerjaan. Pekerjaan rutin jalan, rutin kondisi, rutin jembatan, penanganan drainase, pelebaran jalan hingga rehabilitasi jembatan mencatat realisasi yang berada di atas target yang telah ditetapkan.

Capaian paling menonjol terjadi pada pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jembatan yang telah mencapai 85,47 persen, jauh melampaui target 28,21 persen. Realisasi tersebut menghasilkan deviasi positif sebesar 57,26 persen, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong percepatan progres keseluruhan proyek.

Meski capaian saat ini berada di atas target, tim pelaksana tetap menjaga ritme pekerjaan melalui evaluasi harian dan pengendalian lapangan yang ketat. Strategi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sekaligus memenuhi standar mutu konstruksi yang telah ditetapkan.

“Selalu membuat rencana kerja percepatan yang dievaluasi tiap hari sehingga jika tidak tercapai hari ini kami akan mengejar target tersebut esok harinya,” kata Hikmawati.

Keberhasilan pelaksanaan proyek SBSN Tolai–Sausu tidak hanya menjadi capaian konstruksi semata, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah memperkuat jaringan infrastruktur transportasi nasional. Ruas Tolai–Sausu merupakan koridor penting yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi, permukiman, serta kawasan produksi di Sulawesi Tengah.

Dengan meningkatnya kemantapan jalan, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat berupa perjalanan yang lebih aman dan nyaman, waktu tempuh yang lebih efisien, serta kelancaran distribusi barang dan jasa antarwilayah.

Melalui dukungan pendanaan SBSN, pembangunan infrastruktur jalan nasional terus didorong untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Proyek Preservasi Jalan Tolai–Sausu menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan yang terencana, pengawasan yang konsisten, dan kerja sama tim yang solid mampu menghasilkan progres pembangunan yang melampaui target serta mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.