Kematian Afif Siraja Masih Misterius, Keluarga Minta Transparansi Penyelidikan

BERANTAS.ID,PALU – Setelah lebih dari sepekan berlalu sejak meninggalnya Afif Siraja, pengurus Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Tengah, pihak keluarga menilai belum ada perkembangan berarti dari penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu.

Menyikapi kondisi tersebut, keluarga almarhum berencana menggelar konferensi pers untuk menyampaikan sikap resmi sekaligus mendesak kejelasan proses hukum atas kematian Afif Siraja yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Konferensi pers akan digelar pada Rabu (29/10/2025) pukul 15.00 WITA di Warkop Stevani K2, Jalan Masjid Raya No. 10, Kota Palu. Keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Natsir Said, mengundang rekan-rekan jurnalis untuk hadir dan berpartisipasi dalam forum tersebut.

“Kehadiran rekan-rekan jurnalis sangat kami harapkan, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya keluarga mencari keadilan bagi almarhum,” ujar Natsir Said dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (28/10/2025).

Menurut Natsir, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil penyelidikan mendalam, baik mengenai penyebab pasti kematian maupun dugaan unsur kekerasan yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik.

“Sudah lebih dari seminggu, tapi pihak keluarga belum mendapat kejelasan yang memadai. Kami berharap konferensi pers ini menjadi momentum untuk mendorong transparansi proses hukum,” tambahnya.

Diketahui, Afif Siraja meninggal dunia pada Minggu, 19 Oktober 2025, dalam kondisi yang disebut oleh sejumlah saksi penuh kejanggalan. Peristiwa tersebut sontak menimbulkan perhatian luas, terutama di kalangan aktivis, akademisi, serta organisasi masyarakat di Sulawesi Tengah.

Keluarga besar Afif Siraja berharap agar aparat kepolisian membuka hasil penyelidikan secara transparan dan profesional, serta menindaklanjuti setiap temuan yang dapat mengarah pada titik terang penyebab kematian.

“Ini bukan hanya soal kehilangan keluarga, tapi soal kebenaran dan keadilan yang harus ditegakkan di negeri ini,” tegas Natsir Said.

Keluarga juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk terus mengawal proses hukum ini, agar tidak berhenti di tengah jalan dan dapat memberi rasa keadilan bagi semua pihak. ***