MYC Tagolu–Tentena Jadi Upaya Kementerian PU Perkuat Konektivitas Antarwilayah

BERANTAS.ID,POSO — Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Proyek Multi Years Contract (MYC) Ruas Jalan Tagolu–Tentena yang berlokasi di Kabupaten Poso dan berlangsung untuk periode 2025–2026.

Ruas jalan Tagolu–Tentena

Proyek MYC Tagolu–Tentena ini ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah dan difokuskan pada kegiatan preservasi jalan nasional serta peningkatan kualitas konektivitas antarwilayah. Ruas jalan Tagolu–Tentena sendiri memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik dan aktivitas perekonomian di wilayah Poso dan sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, proyek strategis ini mencakup preservasi jalan nasional sepanjang 47,77 kilometer. Selain itu, dilakukan pula penanganan terhadap sejumlah jembatan dengan total panjang mencapai 297,6 meter, guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas.

Ruang lingkup pekerjaan Proyek MYC Tagolu–Tentena tergolong komprehensif. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemeliharaan rutin jalan sepanjang 12,37 kilometer, pemeliharaan rutin kondisi sepanjang 58,22 kilometer, pekerjaan holding sepanjang 10,10 kilometer, serta rehabilitasi minor sepanjang 2,20 kilometer. Penanganan longsoran sepanjang 70 meter juga menjadi bagian penting dari proyek ini, mengingat kondisi geografis wilayah yang rawan terhadap pergerakan tanah.

Tidak hanya itu, proyek ini juga mencakup pelebaran jalan menuju standar nasional sepanjang 12,65 kilometer, serta perbaikan sistem drainase untuk meningkatkan ketahanan jalan terhadap cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang kerap terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.

Melalui peningkatan infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Poso ini, pemerintah menargetkan terwujudnya peningkatan keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi perjalanan bagi seluruh pengguna jalan. Keberlanjutan proyek hingga tahun 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar arus logistik, serta memperkuat konektivitas wilayah Sulawesi Tengah secara berkelanjutan. ***