BERANTAS.ID, SULAWESI TENGAH – PT Bumi Karsa dipercaya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam menggarap project rekontruksi jalan lingkar dalam Kota Palu 1 di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar, progress kemajuan fisik menunjukkan deviasi yang sangat positif” kata Hamdan.
Hamdan berharap dengan ada sejumlah kendala yang ditemui dilapangan, akan menjadikan sebuah tantangan dalam menyelesaikan proyek yang dibiayai melalui program Infrastructure Recontruction Sector Loan (IRSL). Dengan kata lain progress pekerjaan saat ini mengalami deviasi positif 0,179 %.
Selain masalah hambatan utilitas, dalam pelaksanaan proyek rekontruksi jalan lingkar dalam Kota Palu 1, tambah Hamdan, juga ditemukan beberapa titik lokasi milik warga yang belum di bebaskan sehingga sedikit mengganggu proses pekerjaan dilapangan.
Lebih jauh Hamdan menjelaskan, untuk penanganan pada paket rekontruksi jalan lingkar dalam Kota Palu 1 meliputi pekerjaan penanganan rekontruksi jalan sejauh 28,500 km, pekerjaan aspal AC-BC dengan pelebaran badan jalan 12,5 cm, perkerasan badan jalan eksisting 6 cm, pengaspalan AC-WC untuk dalam Kota Palu ketebalan 4 sampai dengan 7 cm dan luar Kota ketebalan 4 sampai dengan 5 cm.
Sementara untuk pekerjaan struktur berupa penanganan saluran drainase, PT Bumi Karsa melaksanakan penanganan sejauh 13,935 meter, saluran drainase beton bertulang tipe DS 3 dan DS 31 A dan pembangunan Box Culvert sebanyak 25 unit yang tersebar di beberapa titik.
“Sesuai kontrak, proyek kami akan berakhir pada tahun ini. Tapi mudah-mudahan kendala yang terjadi saat ini secepatnya terselesaikan, sehingga masyarakat akan merasakan manfaat dari pembangunan proyek ini” tandas Hamdan.
Penanganan proyek sejauh 28,500 Km yang dibiayai melalui program Infrastructure Recontruction Sector Loan (IRSL) bertujuan untuk memulihkan kondisi jalan menuju yang terdampak kerusakan oleh gempa bumi tahun 2018 silam.
Paket A7 ini dikerjakan oleh PT Bumi Karsa Proyek, dengan nomor kontrak HK.02.01/KONT-REKON-PALU-1/Bb 14.7.8/781, dengan nilai kontrak sebesar Rp199,115.312.200, dan durasi waktu pelaksanaan selama 600 hari kalender dengan sistem MYC.
Dalam percepatan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan pasca bencana di Sulawesi Tengah ini bukanlah hanya proyek semata, melainkan bagian dari program kemanusian agar aksesibilitas ekonomi masyarakat kembali pulih.
Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR melalui BPJN Sulawesi Tengah diberi tanggung jawab untuk merehabilitasi dan merekontruksi sejumlah ruas jalan daerah yang terdampak bencana salah satunya paket A7 yang dikerjakan oleh PT Bumi Karsa.
Informasi yang di terima Redaksi Berantas.id ini, rekontruksi jalan lingkar dalam kota Palu 1 yang menghubungkan akses jalan Tawaeli dan paket rekontruksi jalan lingkar dalam kota Palu 2, dengan item pekerjaan utama yaitu lapis perkerasan AC WC (Asphalt Concrete Wearing Course) dan AC BC (Asphalt Concrete Binder Course), saluran U-Ditch dan penutup, pondasi Bored Pile diameter 1000 mm, Beton Fc’30 MPa, dan Paving Blok.
