Progres PT WRK Tembus 87,72 Persen, Deviasi Positif 16,31 Persen, Penanganan Jalan Tersisa 422 Meter

BERANTAS.ID,TOLITOLI — Pekerjaan Preservasi Jalan Lingadan–Batas Kota Tolitoli–Silondou–Malala terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, progres fisik yang dilaksanakan PT Widya Rahmat Karya (WRK) telah mencapai 87,72 persen, sementara progres berdasarkan schedule berada di angka 71,41 persen.

Capaian tersebut mencatat deviasi positif 16,31 persen, yang berarti realisasi pekerjaan berada di atas target berdasarkan jadwal pelaksanaan.

General Superintendent (GS) PT WRK, Busman, ST, mengatakan perkembangan pekerjaan tersebut merupakan hasil pelaksanaan sejumlah item penanganan di sepanjang ruas yang menjadi bagian dari paket preservasi jalan nasional tersebut.

“Progres fisik sampai saat ini sudah mencapai 87,72 persen dari rencana schedule 71,41 persen,” ujar Busman.

Penanganan Efektif 12,67 Kilometer

Busman menjelaskan, total panjang penanganan efektif dalam paket pekerjaan tersebut mencapai 12.670 meter atau sekitar 12,67 kilometer.

Pekerjaan tersebut terdiri atas rekonstruksi segmen Bambuan sepanjang 1.762 meter, rekonstruksi Kayulompa sepanjang 300 meter, rehabilitasi minor sepanjang 9.140 meter, serta pekerjaan preventif menggunakan metode slurry seal sepanjang 1.470 meter.

Dari total rencana penanganan tersebut, sekitar 12.248 meter telah tertangani. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 422 meter yang harus diselesaikan.

Sisa tersebut terutama berada pada segmen rekonstruksi Bambuan yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pekerjaan di lapangan.

Fokus Rekonstruksi Bambuan

Pada segmen Bambuan, Kecamatan Lampasio, pekerjaan meliputi rekonstruksi badan jalan sekaligus pembangunan struktur pendukung berupa box culvert berukuran 4 x 6 meter di STA 9+335.

Untuk lapis pondasi agregat Kelas A, pekerjaan telah mencapai sekitar 1.400 meter. Sementara pengaspalan AC-BC Asbuton Berbutir telah mencapai sekitar 1.340 meter, dari STA 07+725 hingga STA 09+065.

Dengan total rencana rekonstruksi Bambuan sepanjang 1.762 meter, masih terdapat sekitar 422 meter yang harus dituntaskan.

Menurut Busman, penyelesaian sisa pekerjaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan box culvert yang masih berlangsung di salah satu bagian segmen. Pengaspalan pada area tersebut akan dilanjutkan setelah pekerjaan struktur selesai.

“Pekerjaan pengaspalan akan dilaksanakan segera setelah pekerjaan box culvert selesai,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar tahapan pekerjaan struktur dan perkerasan dapat berjalan sesuai metode teknis serta tidak mengganggu kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Nilai Kontrak Rp32,656 Miliar

Paket Preservasi Jalan Lingadan–Batas Kota Tolitoli–Silondou–Malala memiliki nilai kontrak sebesar Rp32,656 miliar, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan dilaksanakan PT Widya Rahmat Karya berdasarkan kontrak HK0201-B/BPJN18.5.3/2026/49 dengan masa pelaksanaan selama 305 hari kalender.

Pelaksanaan pekerjaan berada dalam lingkup koordinasi BPJN Sulawesi Tengah, Satker PJN Wilayah I Sulawesi Tengah dan PPK 1.3 Sulawesi Tengah, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara konsultan supervisi terdiri dari PT Nusvey (KSO) PT Cipta Strada Engineering Consultants dan PT Duta Teknik Utama.

Dukung Konektivitas dan Mobilitas Masyarakat

Preservasi ruas tersebut merupakan bagian dari penanganan jalan nasional di Sulawesi Tengah, khususnya untuk meningkatkan kemantapan Jalan Nasional serta mendukung konektivitas pada jalur Trans Sulawesi di wilayah Tolitoli.

Peningkatan kualitas jalan pada segmen Bambuan–Kayulompa, Kecamatan Lampasio, diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Dengan progres fisik yang telah mencapai 87,72 persen dan tersisa sekitar 422 meter penanganan, pekerjaan kini memasuki tahapan penyelesaian pada sejumlah bagian yang masih berlangsung.

Busman berharap penyelesaian pekerjaan nantinya dapat memberikan akses jalan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Tolitoli.

“Harapannya tentu, pekerjaan yang telah selesai dapat menghadirkan akses yang aman dan nyaman serta mendorong mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. ***