Berantas.id, Sulwesi Tengah — Upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah kembali menunjukkan progres menggembirakan. Proyek preservasi Jalan Tinombo–Sinei–Ampibabo–Toboli yang menjadi salah satu urat nadi konektivitas wilayah ini berhasil melampaui target awal dengan capaian signifikan.
Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi pekerjaan telah mencapai 12,18 persen, jauh melampaui rencana awal sebesar 5,85 persen. Dengan demikian, proyek ini mencatat deviasi positif sebesar 6,33 persen, mencerminkan percepatan kinerja di lapangan yang berjalan efektif dan terukur.
Proyek strategis ini dilaksanakan berdasarkan kontrak Nomor HK0201/T/SP-J.TSAT/Bpjn18.6.2/2026/01 yang dimulai sejak 6 Maret 2026, dengan target penyelesaian Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2026. Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Sulawesi Tengah, Nurhasna, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek hingga kini berlangsung tanpa hambatan berarti. Bahkan, faktor cuaca yang kerap menjadi tantangan dalam pekerjaan infrastruktur tidak memberikan dampak signifikan terhadap progres.
“Saat ini kondisi pekerjaan di lapangan masih on progress dan sesuai schedule, tidak ada kendala berarti yang mengganggu proses pelaksanaan fisik,” ujar Nurhasna.
Cakupan Pekerjaan Komprehensif
Proyek preservasi ini mencakup berbagai jenis pekerjaan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan jalan secara menyeluruh. Penanganan rutin menjadi porsi terbesar dengan panjang mencapai 80,99 kilometer, memastikan kondisi jalan tetap optimal untuk dilalui.
Selain itu, terdapat pekerjaan penunjang (holding) sepanjang 10 kilometer, rehabilitasi minor sepanjang 3 kilometer, serta pelebaran jalan menuju standar sepanjang 4,98 kilometer. Pelebaran ini menjadi salah satu fokus utama guna meningkatkan kapasitas jalan dan kenyamanan pengguna.
Tak hanya itu, proyek ini juga mencakup:
– Rekonstruksi jalan sepanjang 0,1 kilometer
– Penanganan drainase sepanjang 0,056 meter
– Rehabilitasi jembatan sepanjang 11,3 meter
– Pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 182,1 meter
Berbagai pekerjaan fisik seperti patching, perbaikan drainase, hingga pelebaran jalan di sejumlah titik strategis saat ini masih terus berlangsung secara simultan.
Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah
Keberadaan ruas Jalan Tinombo–Toboli memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Parigi Moutong dan sekitarnya. Dengan peningkatan kualitas jalan, diharapkan arus transportasi menjadi lebih lancar, aman, dan efisien.
Perbaikan ini juga menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kini, melalui program preservasi terpadu, kondisi tersebut secara bertahap diperbaiki.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu membuka akses wilayah, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan daya saing kawasan.
Optimistis Rampung Tepat Waktu
Dengan capaian progres yang melampaui target, pihak pelaksana optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu. Pengawasan ketat dan penerapan schedule percepatan menjadi kunci utama dalam menjaga ritme pekerjaan tetap optimal.
“Optimis bisa 100% selesai tepat waktu. Kami mengontrol dengan schedule percepatan,” tegas Nurhasna.
Melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN Sulawesi Tengah, proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Desember 2026.
Harapan untuk Masyarakat
Percepatan preservasi Jalan Tinombo–Toboli diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Akses jalan yang lebih baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tengah.
Dengan progres yang terus menunjukkan tren positif, optimisme terhadap penyelesaian proyek ini semakin menguat. Masyarakat pun diharapkan dapat segera menikmati infrastruktur jalan nasional yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.***
