Proyek SBSN Tolai–Sausu Ngebut, Pelebaran Jalan Nasional Parimo Lampaui Target

PARIGI MOUTONG – Proyek pembangunan dan pelebaran Jalan Nasional Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan progres menggembirakan. Di tengah tantangan cuaca dan kondisi lapangan, proyek strategis nasional yang dibiayai melalui skema SBSN itu justru melaju di atas target yang telah ditetapkan.

Proyek pembangunan dan pelebaran Jalan Nasional Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah

Hingga pertengahan tahun berjalan, progres fisik pekerjaan tercatat mencapai 22,587 persen. Angka itu melampaui target rencana sebesar 19,862 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 2,725 persen.

Paket Preservasi Jalan Tolai–Sausu yang dikerjakan PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili menjadi salah satu proyek strategis penanganan jalan nasional di Sulawesi Tengah. Proyek ini tidak hanya fokus pada pemeliharaan rutin, tetapi juga mencakup pelebaran jalan menuju standar nasional, penanganan drainase, hingga rehabilitasi jembatan.

Proyek pembangunan dan pelebaran Jalan Nasional Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah

General Superintendent PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili, Hikma, mengatakan seluruh pekerjaan hingga saat ini masih berjalan lancar dan bahkan mampu melampaui target kontrak.

“Progres rencana 19,862 persen sementara realisasi di lapangan sudah mencapai 22,587 persen. Artinya ada deviasi positif sebesar 2,725 persen,” ujar Hikma.

Proyek pembangunan dan pelebaran Jalan Nasional Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah

Tak hanya itu, pekerjaan pelebaran jalan menuju standar sepanjang 13,81 kilometer yang menjadi bagian utama proyek tahun anggaran 2026 juga mencatat capaian positif.

“Untuk pekerjaan pelebaran menuju standar, progres realisasi sudah mencapai 17,054 persen dari target rencana 13,983 persen. Jadi terdapat deviasi plus sebesar 3,071 persen,” jelasnya.

Nilai pekerjaan pelebaran jalan tersebut mencapai sekitar Rp97,30 miliar dari total pagu proyek sebesar Rp119,35 miliar untuk tahun anggaran 2025–2026.

Proyek pembangunan dan pelebaran Jalan Nasional Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah

Di lapangan, pekerjaan terus dikebut pada sejumlah ruas strategis nasional mulai dari Toboli–Kebon Kopi, Toboli–Parigi, Parigi–Tolai, Tolai–Sausu hingga Sausu–Tumora.

Selain pekerjaan utama pelebaran jalan, tim pelaksana juga tetap menjalankan preservasi rutin seperti pengendalian tanaman liar, pembersihan drainase, hingga patching atau perbaikan titik kerusakan jalan.

“Untuk pekerjaan rutin sementara berjalan baik, mulai dari pengendalian tanaman, pembersihan drainase hingga patching jalan. Semua prioritas penanganan terus kami lakukan,” kata Hikma.

Proyek pembangunan dan pelebaran Jalan Nasional Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah

Pada sektor struktur, pekerjaan pasangan batu mortar menjadi fokus utama karena berkaitan langsung dengan tahapan pelebaran jalan nasional tersebut. Sejumlah pekerjaan lain seperti galian, drainase, hingga pekerjaan struktur disebut berjalan tanpa hambatan berarti.

“Semua pekerjaan baik struktur maupun galian berjalan lancar. Kami prioritaskan pasangan batu mortar karena setelah itu ada tahapan pelebaran menuju standar,” ujarnya.

Tak hanya jalan, pekerjaan preservasi dan rehabilitasi jembatan juga terus berlangsung. Salah satu pekerjaan yang telah diselesaikan yakni pemasangan strip seal pada sambungan jembatan.

Dalam paket proyek ini, pekerjaan jembatan meliputi pemeliharaan rutin, rehabilitasi hingga pemeliharaan berkala jembatan nasional di sejumlah titik ruas.

Menariknya, meski proyek menghadapi tantangan utilitas seperti kabel optik, tiang listrik, pipa PDAM hingga potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, pekerjaan di lapangan disebut masih terkendali.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kendala berarti. Semua masih bisa teratasi dengan baik,” ungkap Hikma.

Paket SBSN Tolai–Sausu sendiri menjadi bagian penting pembangunan infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah. Selain meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah, proyek ini juga diharapkan memperkuat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan timur Sulawesi Tengah.

Dengan progres yang terus berada di atas target, kontraktor optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kontrak hingga akhir 2026.

“Kami terus berupaya agar progres pekerjaan tetap berada di atas schedule dan selesai tepat waktu,” tutup Hikma.***