Berantas.id, Palu — Penanganan titik longsor utama pada ruas jalan nasional Balingara–Bunta dalam proyek Preservasi Jalan Ampana–Balingara–Bunta–Pagimana Tahap II akhirnya rampung 100%. Penyedia jasa PT Multi Indah Pratama (MIP) memastikan seluruh pekerjaan pada segmen kritis KM 444 (STA 25+000–STA 25+300) telah diselesaikan menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Proyek bernilai Rp27,95 miliar dengan nomor kontrak HK 0201-Bb14.7.2/59 ini berada di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Selain titik longsoran utama, satu lokasi lain pada ruas Bunta–Pagimana STA 337+30 tengah dalam tahap penyelesaian. Penanganan meliputi pemasangan beronjong yang diperkuat geogrid parsial.
“Itu sementara kami kerjakan. Kami upayakan minggu ini selesai. Target paling lambat tanggal 15 Desember pemasangan beronjong dan geogrid bisa fix,” papar Dini.
Secara keseluruhan, progres fisik preservasi jalan ini telah mencapai 91,68% per 5 Desember 2024. Sisa pekerjaan meliputi dua titik longsor baru di ruas Ampana–Balingara berupa pasangan batu, beronjong, serta penimbunan bahu jalan.
Dini memastikan bahwa kondisi Ruas 3.2 Ampana–Balingara–Bunta–Pagimana sudah sangat kondusif dilintasi kendaraan. Penyedia jasa juga telah menyiapkan jalur agar aman untuk open traffic selama Nataru 2025.
“Untuk kesiapan Nataru, jalan kita sudah sangat kondusif. Penanganan galian gunung, bahu jalan, semuanya sudah 100%. Kami sangat siap memastikan lintasan aman saat Nataru,” tegasnya.
Dengan tuntasnya penanganan titik longsor kritis, akses strategis yang menghubungkan wilayah timur Sulawesi Tengah ini kini lebih stabil, aman dilewati, dan siap mendukung mobilitas masyarakat serta arus logistik menjelang liburan akhir tahun. ***
