BERANTAS.ID, BANGGAI – Proses pengadaan proyek preservasi jalan dan jembatan pada ruas nasional Batui–Toili–Rata–Baturube di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian sejumlah pihak. Total nilai dua paket pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp26,48 miliar.
Sorotan muncul terutama pada mekanisme tender mini kompetisi melalui e-katalog versi 6 yang dilaksanakan oleh pihak terkait. Sejumlah kalangan menilai terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi guna memastikan proses berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Untuk paket preservasi jalan dengan pagu anggaran Rp11,46 miliar, pemenang ditetapkan kepada CV Medina Al Fatih dengan nilai penawaran sekitar Rp10,71 miliar. Sementara itu, paket preservasi jembatan dengan pagu Rp16,06 miliar dimenangkan oleh PT Citra Putera La Terang dengan nilai penawaran sekitar Rp15,76 miliar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua paket tersebut sebelumnya sempat mengalami pembatalan proses tender lebih dari satu kali sebelum akhirnya ditetapkan pemenangnya. Kondisi ini memunculkan perhatian dari sejumlah peserta dan pengamat pengadaan barang dan jasa.

Beberapa pihak menilai, pembatalan tender yang terjadi berulang kali perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik. Mereka menekankan pentingnya kejelasan alasan administratif maupun teknis dalam setiap tahapan proses pengadaan.
Selain itu, latar belakang perusahaan pemenang juga turut menjadi bahan diskusi di kalangan pelaku usaha jasa konstruksi. Sejumlah sumber menyebut pentingnya penelusuran lebih lanjut untuk memastikan seluruh persyaratan dan mekanisme telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang terpenting adalah memastikan prosesnya sesuai aturan dan tidak menimbulkan persepsi negatif. Transparansi menjadi kunci,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, pengamat pengadaan menilai bahwa sistem e-katalog sejatinya dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas. Namun dalam praktiknya, pengawasan tetap diperlukan agar setiap tahapan berjalan secara kompetitif dan terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait mengenai alasan pembatalan tender sebelumnya maupun tanggapan atas berbagai sorotan yang muncul.
Sejumlah pihak berharap instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. (tim)












