BERANTAS.ID,PALU – Sulawesi Tengah bersiap menyambut beroperasinya salah satu infrastruktur strategis pascabencana yang menjadi simbol kebangkitan Kota Palu. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah menggelar uji coba lalu lintas (open traffic) Jembatan Palu IV beserta jaringan Elevated Road yang terintegrasi dengan Paket A1 dan Paket A2 Proyek IRSL Palu, Senin (9/2/2026), pukul 16.00 hingga 18.00 WITA.
Uji coba ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menuju pembukaan resmi Jembatan Palu IV dan Elevated Road yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026.
Pembangunan Jembatan Palu IV dan jalur terintegrasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat, aman, serta mampu menunjang mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Palu yang terdampak gempa dan tsunami pada 2018.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Selama Uji Coba
BPJN Sulawesi Tengah yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan, selama uji coba berlangsung, arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan Cumi-cumi dan Jalan Rajamoili.
Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas serta batas kecepatan yang telah ditetapkan. Selain itu, pengguna jalan juga dilarang berhenti di atas jembatan maupun melakukan aktivitas di sepanjang jalur elevated road demi menjaga keselamatan bersama.
Jembatan Palu IV Gunakan Teknologi Konstruksi Modern
Jembatan Palu IV merupakan salah satu proyek utama dalam Proyek IRSL Palu dengan teknologi konstruksi modern yang dirancang untuk mendukung ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana.
Pembangunannya menggunakan sistem fondasi reinforced concrete bored pile (RC bored pile), struktur bawah berupa dua pier dan dua abutment, serta struktur atas tiga bentang berkelanjutan dengan metode balanced cantilever.
Struktur atas jembatan juga menggunakan prestressed concrete box girder yang dirancang memiliki kekuatan tinggi serta ketahanan terhadap beban berat dan potensi ancaman bencana alam.
Jembatan Palu IV memiliki panjang total 250 meter dan lebar 12 meter, dengan keseluruhan panjang proyek mencapai 1.073 meter dan lebar jembatan utama 10,8 meter.
Pembangunan jembatan ini diawasi oleh Oriental Consultant Global Co., Ltd dan dilaksanakan oleh Tokyu Construction Co., Ltd bersama subkontraktor PT Waskita Karya, dengan nilai kontrak sebesar ¥2.026.000.000 atau sekitar Rp214,8 miliar.
Paket A2: Jalan Cumi-cumi Jadi Jalur Logistik Sekaligus Tanggul Tsunami
Konektivitas Jembatan Palu IV turut diperkuat melalui Paket A2, yaitu Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-cumi (Coast Area) sepanjang 2,4 kilometer.
Paket ini didanai melalui skema Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) dan dirancang tidak hanya sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai tanggul peredam tsunami yang memperkuat perlindungan wilayah pesisir.
Proyek Paket A2 dikerjakan oleh PT Bumi Karsa dengan Konsultan Supervisi Design and Supervision Consultant (DSC) Oriental Consultant Global Co., Ltd in Association, dengan nilai kontrak Rp138.276.933.000 menggunakan sistem MYC, berdasarkan Kontrak Nomor HK.02.01/IRSL-A2/Bb14.6.5/01 tertanggal 23 Desember 2022.
Secara teknis, Paket A2 menerapkan desain peninggian badan jalan berbentuk Elevated Road yang berfungsi sebagai benteng alami menghadapi ancaman tsunami. Ruang lingkup pekerjaan meliputi timbunan sepanjang 2,35 kilometer yang dibungkus block armor, pembangunan retaining wall setinggi 3,5 meter, serta pemasangan box culvert di tujuh titik sepanjang 15 hingga 35 meter.
Pekerjaan drainase juga dilakukan melalui pembangunan saluran beton bertulang U-Ditch tipe DS6a dan DS1a, serta perkerasan aspal mulai dari AC-Base setebal 9,5 sentimeter, AC-BC 6 sentimeter, hingga AC-WC setebal 4 sentimeter.
Paket A1: Elevated Road Rajamoili–Cut Mutia Perkuat Akses Kota Palu
Selain Paket A2, proyek strategis lainnya adalah Paket A1 Kota Palu yang mencakup pembangunan Elevated Road sepanjang 2,121 kilometer di kawasan Rajamoili–Cut Mutia.
Paket A1 juga meliputi rekonstruksi penanganan tanggul jalan pesisir yang dirancang lebih tangguh terhadap potensi gempa dan tsunami, mengingat lokasi proyek berada di kawasan rawan yang berdekatan dengan Sesar Palu-Koro.
Dalam implementasinya, Paket A1 mengadopsi dua metode perlindungan utama yaitu toe protection dan retaining wall. Toe protection menggunakan block armor untuk meredam energi gelombang laut, sedangkan retaining wall berfungsi menjaga stabilitas konstruksi jalan layang di area yang memiliki keterbatasan lahan serta risiko pergerakan tanah akibat gempa.
Paket A1 didanai melalui skema IRSL hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Pekerjaannya dilaksanakan oleh PT Bumi Duta Persada dengan nilai kontrak Rp273,53 miliar, berdasarkan Kontrak Nomor HK.02.01/IRSL-A1/Bb14.6.5/01.
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Paket A1 dilakukan pada 7 November 2023 dengan rencana Provisional Hand Over (PHO) pada 23 Desember 2025, menggunakan anggaran tahun 2023–2025.
Secara keseluruhan, Paket A1 mencakup rekonstruksi ruas jalan sepanjang 16,255 kilometer yang tersebar di berbagai titik strategis Kota Palu, mulai dari Rajamoili–Cut Mutia, Karanjalembah, Dewi Sartika, Moh. Yamin, hingga sejumlah ruas penting lainnya.
Total Investasi Hampir Rp1 Triliun, Wujud Nyata Build Back Better
Dengan total investasi yang hampir menyentuh Rp1 triliun, Proyek IRSL Palu menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah dalam membangun kembali infrastruktur Sulawesi Tengah melalui konsep Build Back Better.
Tidak hanya memulihkan kerusakan akibat bencana, proyek ini juga menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, tangguh, serta berkelanjutan. Kehadiran Jembatan Palu IV dan Elevated Road diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas baru Kota Palu sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di masa mendatang.***
