BERANTAS.ID, PALU – Proyek Pengendali Banjir Sungai Watutela–Paneki resmi memasuki tahapan Provisional Hand Over (PHO) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Keberhasilan penyelesaian proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan infrastruktur pengendalian banjir di Sulawesi Tengah sekaligus membuktikan komitmen PT Datu Karsa Trimulti dalam menghadirkan pekerjaan yang tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Project Manager PT Datu Karsa Trimulti, Ir. Marzel Sendana, ST, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Pertama-tama kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena proyek ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Harapan kami, infrastruktur ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Di balik keberhasilan tersebut, perusahaan menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Salah satunya adalah kenaikan harga BBM yang memicu lonjakan harga bahan dan material konstruksi hingga hampir dua kali lipat. Kondisi tersebut diperparah dengan penutupan sementara sejumlah tambang galian C akibat penertiban administrasi RKAB yang berdampak pada keterlambatan pasokan material.
Meski demikian, PT Datu Karsa Trimulti mampu menjaga ritme pekerjaan melalui pengelolaan proyek yang terukur, pengawasan yang ketat, serta koordinasi intensif dengan seluruh pihak yang terlibat.
Perusahaan menegaskan bahwa seluruh peralatan, tenaga kerja, dan material yang digunakan telah memenuhi standar serta spesifikasi teknis sesuai kontrak. Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan pengawasan yang konsisten guna memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga hingga proyek memasuki tahap PHO.
Khusus pada pembangunan revetment dan bangunan pengendali banjir, perusahaan memastikan penggunaan material sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Material juga dipasok oleh perusahaan yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) yang layak beroperasi.
Keberhasilan penyelesaian proyek juga tidak lepas dari sinergi yang baik antara kontraktor pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan konsultan supervisi. Selama pelaksanaan proyek, koordinasi dilakukan secara rutin melalui rapat mingguan untuk mengevaluasi progres pekerjaan, menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah-langkah strategis agar target mutu, waktu, dan biaya dapat tercapai.
Memasuki masa pemeliharaan pasca PHO, PT Datu Karsa Trimulti menyatakan tetap bertanggung jawab penuh terhadap kondisi pekerjaan selama enam bulan hingga proses Final Hand Over (FHO). Selama periode tersebut, perusahaan siap melakukan perbaikan apabila ditemukan bagian pekerjaan yang memerlukan penyempurnaan sehingga kualitas infrastruktur tetap terjaga.
Menurut Ir. Marzel Sendana, manfaat utama dari selesainya proyek ini adalah meningkatnya rasa aman masyarakat di sekitar Sungai Watutela dan Sungai Paneki dari potensi banjir maupun erosi yang selama ini menjadi kekhawatiran warga.
Dalam menjaga kualitas pekerjaan, perusahaan juga menerapkan pemeriksaan rutin serta sistem pengawasan yang berkesinambungan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh hasil pekerjaan benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Di akhir penyampaiannya, PT Datu Karsa Trimulti mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat turut menjaga fasilitas ini sehingga umur rencana bangunan dapat tercapai dan fungsinya tetap optimal. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, PPK, konsultan supervisi, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan bekerja sama dengan baik selama pelaksanaan proyek. Semoga infrastruktur ini benar-benar memberikan rasa aman serta manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” tutup Ir. Marzel Sendana. ***
