BERANTAS.ID, PALU – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) memasang sejumlah target besar untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas insan pers di daerah.
Melalui Rapat Kerja (Raker) Pengurus Daerah JMSI Sulteng yang digelar di Kafe Myco, kompleks Kantor BPK Sulteng, Sabtu (3/10/2026), sejumlah program strategis resmi menjadi prioritas organisasi dalam waktu dekat.
Tak sekadar mengevaluasi program yang telah berjalan, Raker tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperluas struktur JMSI hingga ke kabupaten, memperkuat pemahaman hukum pers, meningkatkan kompetensi jurnalistik generasi muda, serta memperluas kepedulian sosial organisasi.
Sekretaris JMSI Sulteng, Mahful Haruna, yang memimpin pelaksanaan Raker mengatakan, salah satu target terdekat adalah mempercepat pembentukan Pengurus Cabang (PC) JMSI di sejumlah kabupaten.
Empat daerah menjadi sasaran awal, yakni Sigi, Tojo Una-Una (Touna), Morowali Utara (Morut), dan Banggai.
“Persiapan pembentukan empat PC ini sudah sekitar 70 persen. Kami menargetkan seluruh prosesnya dapat diselesaikan pada November 2026,” kata Mahful.
Menurutnya, proses tersebut tidak hanya menyangkut kesiapan struktur organisasi, tetapi juga koordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing sebagai bagian dari persiapan pelantikan setelah Surat Keputusan (SK) kepengurusan PC diterbitkan.
Perluasan struktur hingga kabupaten dinilai penting untuk memperkuat jejaring JMSI sekaligus memperluas ruang kolaborasi perusahaan media siber dalam mendukung ekosistem pers yang profesional di Sulawesi Tengah.
HUKUM PERS JADI PERHATIAN
Tidak berhenti pada konsolidasi organisasi, JMSI Sulteng juga memasukkan sosialisasi hukum pers sebagai salah satu agenda prioritas.
Program tersebut direncanakan menggandeng Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, dengan sasaran insan pers maupun pejabat pemerintahan di daerah.
Materi yang akan didorong berkaitan dengan pemahaman regulasi, etika jurnalistik serta aspek hukum yang bersinggungan dengan kerja-kerja pers.
Mahful menilai pemahaman hukum pers perlu dimiliki seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem jurnalistik, bukan hanya wartawan dan perusahaan media.
“Ini penting agar semua pihak memahami batasan, hak dan kewajiban masing-masing dalam menjalankan maupun menyikapi kegiatan jurnalistik,” ujarnya.
BIDIK GENERASI MUDA
Program lain yang tak kalah penting adalah pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa dan siswa SMA di Kota Palu.
JMSI Sulteng akan memberikan pemahaman dasar mengenai bagaimana informasi diproduksi menjadi sebuah karya jurnalistik. Mulai dari mencari informasi, melakukan verifikasi, wawancara, penulisan berita hingga proses produksi konten media.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat literasi media generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
Mahasiswa dan pelajar diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga memahami bagaimana memilah informasi yang dapat dipercaya dan mengenali konten yang belum terverifikasi.
“Generasi muda perlu memahami bagaimana sebuah informasi diproduksi dan diverifikasi. Dengan begitu, mereka tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Mahful.
TAK LUPA DORONG DIGITALISASI MEDIA
Di sektor pengembangan sumber daya manusia, JMSI Sulteng juga akan mendorong peningkatan kapasitas pengurus dan insan media, khususnya dalam penguasaan teknologi dan digitalisasi.
Langkah ini menjadi bagian dari respons organisasi terhadap perubahan industri media yang semakin cepat, termasuk pemanfaatan teknologi dalam produksi, distribusi dan pengelolaan konten media siber.
Dengan demikian, penguatan organisasi tidak hanya dilakukan dari sisi struktur, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
JMSI PEDULI MENJADI GERAKAN SOSIAL
Raker juga menetapkan program JMSI Peduli sebagai bagian dari agenda sosial kemasyarakatan.
Program ini diarahkan untuk menyentuh masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok masyarakat dari kalangan bawah.
Bentuk kegiatannya dapat berupa bantuan sosial, kegiatan kemanusiaan maupun aksi sosial lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Mahful menegaskan, seluruh keputusan Raker akan menjadi pijakan JMSI Sulteng dalam menjalankan agenda organisasi ke depan.
“JMSI tidak hanya berbicara tentang organisasi dan perusahaan media, tetapi juga bagaimana keberadaan JMSI dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pers, literasi masyarakat dan kehidupan sosial di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Raker JMSI Sulteng pun menjadi momentum untuk mempertegas arah organisasi: memperkuat struktur, meningkatkan kapasitas pers, membangun literasi media dan menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat.***
