Preservasi Jalan Tolai–Sausu Capai 92,23 Persen Menuju Penyelesaian

PARIGI MOUTONG, BERANTAS.ID – Progres Jalan Tolai Sausu dalam paket Preservasi Jalan Tolai-Sausu (MYC) senilai Rp112,69 miliar terus bergerak menuju penyelesaian.

Hingga akhir Oktober 2026, realisasi fisik proyek mencapai 92,237 persen, melampaui target 87,554 persen.

Namun, di balik surplus progres sebesar 4,683 poin persentase itu, masih terdapat pekerjaan yang tertinggal.

Salah satunya pemeliharaan rutin kondisi yang mencatat deviasi negatif hingga 23,098 poin persentase.

Data tersebut tercantum dalam Executive Summary Report periode 26–30 Oktober 2026 yang dihimpun melalui manajemen proyek konsorsium PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili.

Dalam laporan itu, realisasi pemeliharaan rutin kondisi baru mencapai 57,213 persen dari rencana 80,310 persen.

Meski demikian, secara keseluruhan Progres Jalan Tolai Sausu masih berada di atas kurva rencana.

Pekerjaan pelebaran jalan, misalnya, telah mencapai 94,202 persen dari target 86,635 persen.

Sementara pemeliharaan rutin jalan terealisasi 83,745 persen dari rencana 81,501 persen.

Adapun rehabilitasi jembatan mencapai 86,634 persen, pemeliharaan berkala jembatan 90,657 persen, dan penanganan drainase 98,619 persen.

Laporan konsultan menjelaskan bahwa deviasi pada pekerjaan rehabilitasi jembatan, pemeliharaan berkala jembatan, dan penanganan drainase berkaitan dengan sisa volume pekerjaan yang tidak terpakai dari pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Di tengah sejumlah catatan tersebut, pelaksana Proyek Jalan Tolai-Sausu 2026 optimistis pekerjaan dapat dituntaskan sebelum batas akhir kontrak.

Manager Proyek PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili, Hikmawati, mengatakan pekerjaan yang masih ditangani di lapangan meliputi rabat beton, pekerjaan Kelas S, dan marka jalan.

“Rabat, Klas S, Marka dan Rencana paling lambat awal desember PHO, Semoga November bisa tuntas,” ujar Hikmawati saat dikonfirmasi mengenai sisa pekerjaan dan rencana serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO).

Target tersebut lebih cepat dibandingkan jadwal PHO dalam dokumen kontrak yang tercatat pada 31 Desember 2026.

Paket Preservasi Jalan Tolai-Sausu berada di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, BPJN Sulawesi Tengah, melalui PPK 2.3 Sulawesi Tengah.

Proyek SBSN Tolai-Sausu ini mencakup pemeliharaan rutin jalan sepanjang 102,52 kilometer, pelebaran menuju standar sepanjang 19,11 kilometer, rehabilitasi jembatan sepanjang 111,60 meter, serta penanganan drainase sepanjang 2,65 kilometer.

Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penanganan Jalan Nasional Parigi Moutong untuk menjaga kondisi dan meningkatkan pelayanan infrastruktur jalan.

Dengan realisasi fisik yang telah melampaui 92 persen, penyelesaian sisa pekerjaan menjadi tahapan penting sebelum proses serah terima.

Meski Progres Jalan Tolai Sausu secara keseluruhan telah melampaui target, penyelesaian pemeliharaan rutin jalan dan pemenuhan persyaratan teknis tetap perlu dipastikan sebelum PHO dilaksanakan.

Hingga laporan akhir Oktober tersebut, dikonfirmasi hingga saat ini mengenai realisasi penambahan kelompok kerja patching yang direkomendasikan konsultan pengawas, sedang berlangsung menuntaskan sisah pekerjaan. ***