Berantas.id, Sulawesi Tengah – Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah. Salah satu proyek strategis yang menunjukkan progres signifikan adalah Preservasi Jalan Tinombo–Sinei–Ampibabo–Toboli, yang hingga menjelang akhir 2025 telah mencapai 97 persen dan dipastikan hampir rampung sesuai target kontrak.

Di tengah tantangan cuaca dan kondisi medan yang tidak mudah, proyek preservasi ini justru melaju kencang dan bahkan melampaui rencana awal. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan tersebut.
Proyek dengan nilai kontrak Rp9,33 miliar ini dilaksanakan selama 199 hari kalender, terhitung sejak penandatanganan kontrak pada 16 Juni 2025. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Sulawesi Tengah, Nurhasna, ST, MT, memastikan bahwa pekerjaan berada di jalur yang tepat.
“Target penyelesaian kontrak di akhir Desember 2025 insyaallah tercapai 100 persen,” ujar Nurhasna saat dikonfirmasi.

Fokus Perkerasan dan Penanganan Longsoran
Dalam pelaksanaannya, proyek Preservasi Jalan Tinombo–Sinei–Ampibabo–Toboli tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas perkerasan jalan, tetapi juga penanganan titik-titik rawan bencana. Salah satu pekerjaan krusial adalah penanganan longsoran di ruas Sinei–Ampibabo, tepatnya di Km 127+900 dan Km 127+950.
Pada dua lokasi tersebut, pekerjaan pasangan batu mortar telah diselesaikan 100 persen. Penanganan ini dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas badan jalan yang selama ini rawan terdampak longsor, khususnya saat musim hujan.
Selain itu, di ruas Ampibabo–Toboli, pekerjaan drainase jalan serta perkerasan AC-WC ASB Butir telah rampung sepenuhnya di Km 76+100 dan Km 102+350. Sementara itu, di ruas Tinombo–Sinei, pekerjaan serupa juga telah tuntas di Km 170+050.
Adapun pada ruas Sinei–Ampibabo, paket pekerjaan drainase dan perkerasan AC-WC ASB Butir di Km 102+350 juga telah mencapai kondisi 100 persen.

Tinggal Finishing Pekerjaan Minor
Nurhasna menjelaskan, saat ini pekerjaan yang tersisa hanya bersifat minor atau tahap akhir.
“Tinggal pekerjaan finishing concrete (FC) di bahu jalan pada dua box terakhir, serta pekerjaan pasangan batu di wingwall tiga box,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa curah hujan yang cukup tinggi sempat menjadi tantangan utama selama pelaksanaan pekerjaan, khususnya pada penanganan longsoran. Namun demikian, kendala tersebut berhasil diantisipasi dan tidak berdampak signifikan terhadap target keseluruhan proyek.
“Alhamdulillah kendalanya hanya faktor hujan. Secara teknis tidak ada masalah besar dan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Rampungnya proyek Preservasi Jalan Tinombo–Sinei–Ampibabo–Toboli diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tengah. Infrastruktur jalan yang mantap menjadi tulang punggung bagi kelancaran arus transportasi, distribusi hasil pertanian, serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan progres yang melampaui rencana, proyek ini menjadi contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur daerah yang tepat waktu, berkualitas, dan adaptif terhadap tantangan alam.
Jika tidak ada hambatan berarti, proyek Preservasi Jalan Tinombo–Sinei–Ampibabo–Toboli akan resmi tuntas 100 persen pada akhir Desember 2025, sekaligus menutup tahun dengan catatan positif bagi pembangunan jalan nasional di Sulawesi Tengah.***







