Berantas.id, Kabupaten Donggala — Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mengembangkan sektor pangan kembali ditegaskan melalui langkah cepat di lapangan. Usai rapat terbatas yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah, Wakil Gubernur Renny Lamadjido langsung meninjau Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa program strategis KPN Talaga akan dilanjutkan dan diperkuat. Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur didampingi oleh jajaran Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, dinas terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta M. Ridha Saleh.
Di lokasi, Wakil Gubernur meninjau langsung dua blok utama kawasan KPN, yakni Blok 1 seluas 20 hektare dan Blok 2 seluas 180 hektare. Kedua area tersebut telah melalui tahap land clearing dan sebagian telah dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya tanaman hortikultura dan perkebunan.
Menurut Renny Lamadjido, potensi kawasan ini sangat besar dan menjanjikan. “Lahan di KPN ini sangat luar biasa, subur, dan tanaman yang ada tumbuh dengan baik. Sangat disayangkan jika tidak dikelola secara optimal,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penyusunan road map yang jelas serta pembangunan ekosistem pertanian dan perkebunan yang terintegrasi. Terlebih, kawasan ini memiliki keunggulan geografis karena berdekatan dengan potensi wisata danau dan laut, serta didukung infrastruktur dasar yang dinilai cukup memadai.
Namun demikian, hasil peninjauan menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan belum berjalan maksimal. Oleh karena itu, kunjungan ini juga bertujuan memastikan kondisi riil di lapangan sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.
Menindaklanjuti arahan gubernur, pemerintah provinsi akan segera membentuk tim percepatan pembangunan KPN serta tim mitigasi sosial dan lingkungan yang akan bekerja langsung di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan.
Sementara itu, M. Ridha Saleh mengungkapkan bahwa KPN Talaga sebelumnya pernah dikelola melalui pola kemitraan antara TNI dan petani. Program tersebut sempat mencatat beberapa kali panen jagung serta budidaya komoditas lain seperti kacang dan cabai.
“Dulu pernah berjalan baik, bahkan sempat panen beberapa kali. Tapi saat ini aktivitasnya tidak lagi optimal,” jelasnya.
Meski masih ada petani yang memanfaatkan lahan, pemanfaatannya dinilai belum maksimal. Ridha juga menambahkan bahwa masyarakat menyambut positif rencana kelanjutan program ini, terutama setelah adanya kepastian dari pemerintah provinsi.
Dengan langkah cepat dan pendekatan terintegrasi, pengembangan KPN Talaga diharapkan menjadi motor penggerak ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Kabupaten Donggala dan sekitarnya.***






