BEREANTAS.ID,PALU – Upaya penguatan infrastruktur sumber daya air di Sulawesi Tengah kembali menunjukkan progres signifikan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III melalui SNVT PJPA W.S Palu–Lariang, W.S Parigi–Poso memastikan pekerjaan Rehabilitasi Bendung D.I Sausu Atas secara umum telah rampung dan siap menunjang optimalisasi layanan irigasi di wilayah tersebut.

Proyek strategis senilai sekitar Rp55,8 miliar yang dilaksanakan oleh PT Tiara Multi Teknik ini mencakup sejumlah pekerjaan utama, mulai dari pembangunan cofferdam (kisdam), normalisasi sungai, hingga penguatan tanggul banjir. Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas bendung sekaligus menjaga stabilitas aliran air, terutama saat terjadi debit tinggi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II, Bayu Dirgantara, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap guna memastikan distribusi air irigasi tetap berjalan selama masa konstruksi. “Pendekatan bertahap ini penting agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi tanpa terganggu aktivitas pekerjaan,” ujarnya.
Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO) telah dilaksanakan pada 4 Maret 2026. Saat ini, proyek memasuki masa pemeliharaan hingga 4 Maret 2027 sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hasil pekerjaan.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan cofferdam menjadi salah satu elemen penting. Struktur ini berfungsi sebagai pengendali aliran air untuk menciptakan area kerja yang aman pada proses rehabilitasi bendung. Kisdam tanggul banjir dibangun di sisi kiri bendung sepanjang ±372 meter dengan kombinasi material timbunan dan jumbo bag, sementara cofferdam utama dikerjakan bertahap mengikuti zona pekerjaan, mulai dari mercu hingga kolam olak.
Selain itu, normalisasi sungai pada bagian hulu sepanjang ±370 meter dilakukan untuk mengangkat sedimen dan delta yang berpotensi menghambat aliran air. Pekerjaan ini memastikan kapasitas sungai tetap optimal dalam menyalurkan debit air, terutama pada musim hujan.

Proyek ini juga mencakup pembangunan saluran pengelak sepanjang ±575 meter dengan lebar penampang ±15 meter yang dilengkapi proteksi batu kosong pada sisi tanggul. Infrastruktur ini berfungsi menjaga stabilitas aliran sekaligus mendukung kelancaran proses konstruksi.
Pada sisi hulu, penguatan dilakukan melalui kombinasi metode galian, pemasangan steel sheet pile (SSP), serta penggunaan jumbo bag sepanjang ±147 meter. Langkah ini dirancang untuk menjamin kontinuitas suplai air ke jaringan irigasi dengan mempertimbangkan aspek hidrologi dan debit andalan.
Tak hanya itu, penguatan tanggul banjir juga menjadi fokus, khususnya pada sisi kiri hulu bendung yang memiliki riwayat limpasan saat debit tinggi. Metode konstruksi meliputi pemasangan mini pile, parapet beton, balok beton bertulang, serta bronjong pabrikan guna memperkuat struktur tanggul.
Sementara itu, rehabilitasi bendung dilakukan menggunakan beton bertulang mutu tinggi pada bagian mercu, kolam olak, hingga end sill. Secara fisik, seluruh pekerjaan utama telah dinyatakan selesai.
Meski penyelesaian proyek melewati masa kontrak yang berakhir pada 31 Desember 2025, penyedia jasa telah memanfaatkan kesempatan penyelesaian sesuai regulasi dengan tambahan waktu bertahap. Keterlambatan tersebut juga telah dikenakan sanksi denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Bayu menegaskan, aktivitas yang masih terlihat di lapangan saat ini merupakan bagian dari masa pemeliharaan, bukan lagi pekerjaan konstruksi utama.
Secara keseluruhan, rampungnya rehabilitasi Bendung D.I Sausu Atas diharapkan mampu meningkatkan kinerja layanan irigasi secara signifikan. Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan infrastruktur sumber daya air di Sulawesi Tengah dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pengelolaan air yang berkelanjutan. ***






