BERANTAS.ID, SIGI – Pengerjaan proyek jalan ruas Biromaru-Palolo di Kabupaten Sigi, yang dikerjakan PT Karyabaru Makmur memprihantikan. Sejumlah titik pekerjaan pasangan batu mortal berbentuk L yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan, padahal proyek itu masih dalam tahap pengerjaan.
Yang lebih memprihatinkan, amatan media ini, ketebalan lantai pasangan batu mortar diduga dibuat tak sesuai dengan semestinya. Ketebalan rata-rata tak sampai 10 cm, sehingga mudah terkikis dan tergerus air disaat hujan. Media ini sempat menyentuh rabat bahu jalan tersebut dan hasilnya keropos serta mudah retak.
Bangunan pasangan batu mortar yang semula diharapkan bisa bertahan beberapa tahun, namun karena mutu pekerjaannya tidak bagus sehingga tidak bertahan lama. Terbukti, baru beberapa hari dibangun, pasangan batu mortar sudah mengalami retak hanya karena tergerus air hujan yang berlangsung sesaat. Ini bukti bahwa mutu pengerjaan itu di bawah standar.
Jika kondisi pekerjaan dibiarkan terus seperti ini, maka dipastikan merugikan negara. Apalagi proyek rekonstruksi jalan penanganan long segment ruas Biromaru – Palolo ini dibiayai dari anggaran pemerintah dengan nilai kontrak sebesar Rp13,5 miliar lebih. Anggaran yang tidak sedikit jumlahnya.
Dengan hasil pekerjaan seperti itu, diduga kuat pengawasan dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng tidak berjalan maksimal. Atau kuat dugaan ada permainan antara pihak kontraktor pelaksana dan pengawas di lapangan.
Terbukti, jika saja rabat jalan itu tidak tergerus air hujan, maka ketebalan dari pembuatan rabat jalan poros Biromaru-Palolo itu tidak sampai diketahui.
Kerusakan pasangan batu mortar itu akan kami perbaiki. Kata Maman.S selaku Kepala Pelaksana Lapangan kepada Wartawan Senin (25/9/2023). Kurang lebih ada sekitar 10 meter pasangan batu mortar berbentuk L rusak dan akan di perbaiki.
Kerusakan itu lanjut, Maman S. akibat curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan bahu jalan tergerus atau terkikis.
“ Air yang seharusnya mengalir, namun karena banyak tumpukan material jadinya tidak bisa mengalir lancar. Pasangan batu mortar L yang terkikis tersebut selanjutnya tergerus bagian lantai bawah. Karena pekerjaan tersebut baru saja selesai dikerjakan siang dan malam sudah dihantam banjir, maka bagian tersebut mengalami kerusakan, semua akan kami perbaiki sebelum PHO berlangsung Pak” jelasnya.
(B.01)
