Berantas.id,Buol, Sulawesi Tengah – Upaya transformasi layanan publik terus dilakukan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Di Kabupaten Buol, langkah tersebut tercermin melalui program “Buol Terang”, sebuah inisiatif revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong efisiensi fiskal dan aktivitas ekonomi lokal.
Program ini menargetkan pemasangan 2.500 titik lampu jalan secara bertahap dalam kurun waktu 2026 hingga 2028. Dengan nilai kontrak sekitar Rp27,6 miliar, proyek ini dikerjakan oleh PT Solarens Ledindo melalui pendekatan pembiayaan yang relatif inovatif di tingkat pemerintah daerah.
Alih-alih menggunakan skema pembayaran konvensional, Pemerintah Kabupaten Buol menerapkan sistem pembayaran bertahap yang baru dimulai pada triwulan III tahun 2026. Selama masa kontrak berlangsung, tanggung jawab pemeliharaan sepenuhnya berada di pihak penyedia, sehingga pemerintah daerah dapat mengoptimalkan alokasi anggaran tanpa terbebani biaya operasional tambahan.
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan efisiensi belanja daerah. Sebelumnya, kebutuhan listrik untuk sekitar 700 titik lampu jalan mencapai Rp3,2 miliar per tahun. Melalui penggunaan teknologi baru dan peningkatan jumlah titik lampu hingga 2.500, biaya tersebut justru dapat ditekan menjadi sekitar Rp1,2 miliar per tahun.
Pendekatan yang digunakan dalam program ini juga menekankan pemanfaatan teknologi lampu LED hemat energi, yang dinilai lebih efisien serta memiliki tingkat pencahayaan yang lebih optimal dibandingkan sistem konvensional. Selain efisiensi energi, penggunaan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik secara keseluruhan.
Dari sisi distribusi, pemasangan lampu tidak hanya terfokus di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan. Titik-titik prioritas meliputi area rawan kecelakaan lalu lintas, kawasan dengan potensi kerawanan keamanan, pusat kegiatan ekonomi, serta akses menuju destinasi wisata.
Pemerataan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Buol.
Lebih jauh, kehadiran infrastruktur penerangan yang memadai diyakini akan memberikan dampak berlapis, mulai dari peningkatan keamanan dan kenyamanan masyarakat hingga mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi pada malam hari. Dalam jangka panjang, program ini juga berpotensi memperkuat daya tarik sektor pariwisata daerah.
Melalui “Buol Terang”, Pemerintah Kabupaten Buol menunjukkan bahwa inovasi dalam tata kelola pembiayaan dan pemanfaatan teknologi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan publik.
Dengan mengusung semangat “Bukti Komitmen, Bukan Sekadar Janji”, program ini menjadi representasi bagaimana pembangunan daerah dapat diarahkan secara lebih terukur, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (B1)






