BERANTAS.ID,SIGI — Sebuah langkah besar dalam pengendalian banjir dan rehabilitasi sungai di Kabupaten Sigi akhirnya membuahkan hasil. Proyek River Improvement Paneki yang dikerjakan oleh PT Arafah Alam Sejahtera resmi tuntas. Proyek ini tidak hanya menjadi penanda kemajuan infrastruktur, tetapi juga tonggak penting dalam upaya mitigasi bencana di wilayah rawan seperti Sungai Paneki dan Sungai Bangga.
Proyek bernilai Rp78,8 miliar ini merupakan bagian dari program strategis nasional melalui skema kerja sama pendanaan luar negeri, yaitu loan JICA IP-580, yang didukung oleh Satker SNVT PJSA WS Palu–Lariang, WS Parigi Poso, dan WS Kalukku Karama. Dengan rampungnya seluruh pekerjaan konstruksi, kawasan yang kerap terdampak banjir musiman kini memiliki sistem pengendalian yang lebih tangguh dan terintegrasi.
Dalam keterangannya, Ayub, General Superintendent PT Arafah Alam Sejahtera, menyampaikan bahwa seluruh item pekerjaan utama maupun tambahan telah diselesaikan sesuai kontrak. “Semua item pekerjaan, baik mayor maupun minor, sudah rampung. Saat ini proyek memasuki tahap pemeliharaan,” jelas Ayub dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (24/7/2025).
Infrastruktur Penahan Banjir dan Pengendali Sedimen
Ruang lingkup proyek River Improvement Paneki meliputi pembangunan satu unit sabo dam, lima unit consolidation dam, satu jembatan dam, dan pekerjaan saluran (channel work) sepanjang 840 meter. Selain itu, dilakukan pula pengendalian sedimen pada beberapa titik krusial, termasuk di Sungai Bangga yang dikenal memiliki tingkat sedimentasi tinggi.
Salah satu komponen penting proyek ini adalah pembangunan check dam oprit type di Sungai Paneki, yang memiliki tinggi 7,5 meter dan panjang 60 meter. Struktur ini berfungsi untuk menahan laju sedimen dan mengurangi dampak erosi di bagian tengah aliran sungai yang rentan terkikis saat debit air meningkat.
“Selain check dam, kami juga membangun tiga unit consolidation dam di lokasi strategis, masing-masing setinggi 5 meter dan panjang 32 meter. Bangunan ini memperkuat dasar sungai dan menjaga kestabilan aliran air,” terang Ayub.
“Dengan adanya bangunan-bangunan ini, kami optimis bahwa daerah sekitar Sungai Paneki dan Sungai Bangga akan jauh lebih aman dari risiko banjir bandang saat musim penghujan,” tambahnya.
Serah Terima dan Tahap Pemeliharaan
Pasca rampungnya pekerjaan konstruksi, proyek ini telah melalui proses serah terima sementara (PHO). PT Arafah Alam Sejahtera kini memasuki masa pemeliharaan yang berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Dalam tahap ini, dilakukan pemantauan berkala terhadap fungsi seluruh bangunan, serta perbaikan minor jika diperlukan.
“Kegiatan di lapangan saat ini fokus pada monitoring dan pemeliharaan. Final Hand Over (FHO) akan dilakukan setelah semua elemen proyek dipastikan berfungsi optimal dan memenuhi standar teknis,” jelas Ayub.
“Kami berharap masyarakat di sekitar sungai bisa ikut menjaga dan tidak merusak bangunan-bangunan ini. Partisipasi warga sangat penting untuk keberlangsungan manfaat proyek ini,” tuturnya.
Mitigasi Bencana Berbasis Infrastruktur
Kehadiran proyek River Improvement Paneki menjadi simbol bahwa infrastruktur tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bentuk nyata dari perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan dan keselamatan warga. Dalam jangka panjang, proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi potensi bencana, mempertahankan kualitas lahan pertanian, serta memperkuat ekosistem sungai yang lebih stabil.
“Dengan pembangunan ini, kami berharap kawasan sekitar Sungai Paneki dan Bangga lebih siap menghadapi cuaca ekstrem. PT Arafah Alam Sejahtera tetap berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan,” pungkas Ayub.
Melalui proyek ini, pemerintah dan mitra pelaksananya kembali menegaskan bahwa investasi dalam infrastruktur adalah investasi untuk masa depan tidak hanya membangun hari ini, tetapi juga melindungi generasi yang akan datang dari dampak perubahan iklim dan ancaman bencana hidrometeorologi. (B01)
