BERANTAS.ID, SIGI – Kepedulian terhadap penyintas gempa bumi di Kabupaten Sigi terus mengalir. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah melalui program PSI Peduli membuka posko kemanusiaan di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, dengan menghadirkan layanan trauma healing, dapur umum, serta menyiapkan 2.000 paket bantuan bagi warga terdampak.
Rombongan yang dipimpin Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr. Agus Lamakarate, tiba di Lapangan Lembantongoa, Sabtu (20/6/2026) sore. Kehadiran tim relawan disambut masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut.
Setibanya di lokasi, relawan PSI Peduli langsung mengajak anak-anak penyintas mengikuti kegiatan trauma healing. Melalui permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta pembagian bingkisan, suasana pengungsian yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih ceria.
Agus Lamakarate mengatakan pemulihan kondisi psikologis, khususnya bagi anak-anak, merupakan bagian penting dalam penanganan pascabencana.
“Selain memenuhi kebutuhan logistik, kami ingin anak-anak kembali tersenyum dan merasa aman. Trauma healing diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut serta membangkitkan semangat mereka untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Di samping pendampingan psikososial, PSI Peduli juga menyiapkan 2.000 paket bantuan yang akan didistribusikan secara bertahap kepada warga di lima dusun Desa Lembantongoa. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.
Untuk mendukung kebutuhan konsumsi para penyintas, relawan juga membuka dapur umum yang setiap hari menyiapkan makanan bagi warga yang masih tinggal di tenda pengungsian maupun masyarakat terdampak lainnya.
Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Adi Kabarani Repadjori, mengatakan para relawan akan tetap berada di lokasi selama masa tanggap darurat sebagai bentuk komitmen mendampingi masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan semangat dan memastikan warga tidak menghadapi situasi ini sendirian. Relawan akan tetap berada di sini untuk membantu apa pun yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Melalui layanan trauma healing, dapur umum, dan penyaluran bantuan kemanusiaan, PSI Peduli berharap dapat membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat Lembantongoa, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan dasar maupun pemulihan mental para penyintas, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak bencana.***












