Berantas.id, PALU – Nama AKP Ismail, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Bobby, kian dikenal luas di jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Perwira pertama kelahiran Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli ini, baru saja mendapat kepercayaan sebagai Kasat Reskrim Polresta Palu, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Moutong yang berada dalam wilayah hukum Polres Parigi Moutong.
Mutasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho Nomor ST/538/VII/KEP/2025, tertanggal 22 Juli 2025. Meski mutasi merupakan hal rutin dalam tubuh Polri, penempatan AKP Ismail di jantung pengamanan ibu kota provinsi ini tak bisa dilepaskan dari rekam jejak panjangnya dalam pengungkapan kasus-kasus besar, terutama di bidang tindak pidana korupsi.
Jejak Prestasi Sebagai Kasat Reskrim Tolitoli
Sebelum menjabat sebagai Kapolsek Moutong, AKP Bobby lebih dulu mencuri perhatian saat dipercaya memimpin Satuan Reserse Kriminal Polres Tolitoli. Di sana, ia menunjukkan performa yang luar biasa dalam menangani sejumlah kasus strategis, khususnya yang menyangkut penyalahgunaan anggaran negara.
Salah satu kasus besar yang ditanganinya adalah korupsi dana bansos sembako di Kabupaten Tolitoli tahun anggaran 2020. Dana bantuan sosial yang berasal dari DIPA Kementerian Sosial RI dengan total nilai nasional mencapai Rp22 triliun itu disalurkan untuk keluarga penerima manfaat (KPM). Namun, di tingkat daerah, distribusi dana tersebut bermasalah hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2,18 miliar.
Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Hardianto, S.E., selaku Koordinator Daerah sesuai SK Kemensos RI, dan Salaman B. alias Salman B., selaku pemasok bahan pangan. Keduanya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tolitoli dalam tahap II masing-masing pada 14 Juni dan 16 Oktober 2023.
Tak berhenti di situ, AKP Bobby juga berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi dalam pengadaan alat absensi fingerprint di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Donggala. Program yang berjalan pada tahun ajaran 2018–2019 ini ditemukan menyimpang dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp235,5 juta. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Drs. Najamuddin Laganing, M.Pd., Sekretaris Dinas DIKJAR Donggala, dan Ety Labande Lasiha, penyedia barang dalam proyek tersebut.
Kemudian di tahun anggaran 2015, Bobby turut menangani kasus korupsi pengadaan empat unit mesin pembuat kerupuk ikan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Proyek ini ditangani Dinas Perikanan dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp521 juta. Dalam kasus ini, sejumlah pejabat dan pihak swasta divonis bersalah, termasuk Umar Uloli (PA/KPA), Afriyanto Arifin (PPK), Wiwik Alfiah (PPTK), dan Pien Tiono (penyedia).
Selain itu, AKP Bobby juga mengusut kasus penyalahgunaan dana hibah pengawasan Pilkada Kabupaten Banggai Laut tahun 2020, dengan kerugian negara mencapai Rp839 juta. Dua orang telah dinyatakan sebagai terpidana dalam kasus ini, yakni Moh. Wardana, selaku PPK Bawaslu Balut, dan Sinari Tintis, bendahara pengeluaran pembantu.
Dari Kapolsek Moutong ke Polresta Palu
Setelah sukses memimpin Satreskrim Tolitoli, AKP Bobby dipindahtugaskan ke Polsek Moutong, yang merupakan bagian dari Polres Parigi Moutong. Meski bertugas di wilayah pinggiran, reputasinya tak meredup. Ia tetap dikenal sebagai pemimpin lapangan yang aktif, komunikatif, dan responsif terhadap keluhan warga. Polsek Moutong sendiri merupakan kawasan strategis karena menjadi lintasan utama antara provinsi Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
Kini, setelah dipercaya memimpin Reserse Kriminal di Polresta Palu, tantangan baru menantinya. Sebagai kota terbesar dan pusat pemerintahan di Sulawesi Tengah, Palu memiliki kompleksitas tersendiri dalam dinamika kejahatan, baik yang bersifat konvensional, ekonomi, maupun siber. Pengalaman AKP Bobby dalam menangani perkara korupsi dan kejahatan berdimensi ekonomi diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam penguatan penegakan hukum di ibu kota provinsi.
Sosok Tegas, Disiplin, dan Berintegritas
AKP Ismail dikenal sebagai sosok yang tegas namun humanis. Ia tak segan turun langsung ke lapangan untuk menangani laporan masyarakat maupun pengembangan kasus. Dalam kesehariannya, ia membangun hubungan profesional yang terbuka dengan jajaran internal, tokoh masyarakat, dan awak media. Tak heran bila ia mendapat banyak apresiasi baik dari kalangan kepolisian maupun publik.
Beberapa pengamat hukum menyebut kehadiran AKP Bobby di Polresta Palu sebagai langkah positif yang akan membawa semangat baru dalam pengelolaan penegakan hukum di daerah. Mereka menilai Bobby memiliki kualitas teknis dan integritas moral yang dibutuhkan dalam menghadapi kompleksitas kejahatan perkotaan.
Harapan Baru di Polresta Palu
Penugasan AKP Ismail ke posisi Kasat Reskrim Polresta Palu bukan hanya bentuk promosi karier, tetapi juga cerminan dari kepercayaan tinggi pimpinan terhadap kinerjanya. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran struktur organisasi sekaligus pembinaan terhadap perwira muda berprestasi dalam tubuh Polri.
Kini, publik menanti bagaimana gebrakan AKP Bobby dalam menangani kasus-kasus hukum yang lebih besar dan kompleks di Palu. Dengan bekal pengalaman lapangan dan track record penanganan kasus berat, diharapkan ia mampu membawa perubahan nyata, terutama dalam pemberantasan korupsi dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (B01)
