Bangkit dari Likuifaksi, Irigasi Gumbasa Sigi Digenjot untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berantas.id. Sigi, Sulawesi Tengah — Upaya pemulihan pascabencana di Sulawesi Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Salah satunya melalui percepatan pembangunan Daerah Irigasi (D.I.) Gumbasa di Kabupaten Sigi, yang kini kembali didorong sebagai salah satu lumbung pangan strategis di kawasan timur Indonesia.

Pasca gempa bumi dan likuifaksi tahun 2018, jaringan irigasi Gumbasa mengalami kerusakan berat. Bendung serta saluran primer dan sekunder terputus, menyebabkan ribuan hektare sawah tidak dapat difungsikan. Kondisi ini sempat memukul produktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat setempat.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum merespons dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dimulai sejak 2020. Hasilnya mulai dirasakan, di mana sejak 2023 jaringan utama irigasi telah kembali beroperasi dan mendukung aktivitas pertanian di sejumlah wilayah.

Namun, tantangan masih tersisa, terutama pada distribusi air di tingkat hilir. Keterbatasan saluran tersier membuat aliran air belum sepenuhnya menjangkau lahan pertanian di bagian paling ujung. Menjawab hal tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu kini melaksanakan peningkatan jaringan melalui program Inpres 02 irigasi tersier Gumbasa Tahun Anggaran 2025.

Program ini difokuskan pada pembangunan dan penyempurnaan saluran tersier, guna memastikan distribusi air yang lebih merata, efisien, dan berkelanjutan. Dengan tersedianya jaringan tersier yang memadai, petani yang sebelumnya kesulitan air kini memiliki peluang untuk kembali menggarap lahannya secara optimal.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, langkah ini menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Optimalisasi irigasi Gumbasa diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.

Dampak positifnya juga dirasakan secara luas. Pulihnya aktivitas pertanian akan mendorong perputaran ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat struktur ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga dukungan sektor terkait. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan program dan tercapainya target pembangunan.

Ke depan, jika pembangunan jaringan tersier dapat diselesaikan sesuai rencana, irigasi Gumbasa tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga berpotensi menjadi contoh sukses rehabilitasi irigasi nasional yang terintegrasi dengan penguatan ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi daerah. ***