Dorong Ekonomi Lokal, Proyek Jalan Lolu–Kabobona Tunjukkan Progres Positif

BERANTAS.ID, SIGI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam memperkuat infrastruktur terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui Proyek Peningkatan Jalan Lolu–Kabobona di Kecamatan Sigi Biromaru yang hingga akhir April 2026 mencatat progres signifikan, bahkan melampaui rencana awal.

Peningkatan Jalan Lolu–Kabobona di Kecamatan Sigi Biromaru

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sigi, progres fisik pekerjaan sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 12 Februari 2026 hingga 23 April 2026 telah mencapai 31,70 persen. Capaian ini jauh di atas target rencana sebesar 17,92 persen.

Kepala Bidang Bina Marga, Triyono, menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa pekerjaan dilakukan secara efektif dan sesuai dengan perencanaan teknis.

“Pelaksanaan pekerjaan masih berlanjut dan tidak ada kendala di lapangan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Peningkatan Jalan Lolu–Kabobona di Kecamatan Sigi Biromaru

Meski progres fisik menunjukkan perkembangan pesat, serapan anggaran untuk proyek ini masih belum terealisasi. Kondisi tersebut disebabkan belum disalurkannya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat ke daerah. Dampaknya, pembayaran kepada penyedia jasa, termasuk pencairan uang muka, masih tertunda.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak menghambat pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sejumlah item pekerjaan bahkan telah mencapai progres tinggi, di antaranya penyiapan badan jalan yang telah rampung 100 persen. Sementara itu, lapis pondasi agregat kelas B telah mencapai 90 persen dan terus berlanjut, serta agregat kelas A telah mencapai 75 persen. Untuk timbunan bahu jalan, progresnya berada di angka 33 persen.

Dengan total panjang penanganan mencapai 3,020 kilometer, pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A telah terbangun sepanjang 2,8 kilometer, sementara agregat kelas B telah mencakup seluruh ruas jalan.

Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 150 hari kalender sejak SPMK, dengan target penyelesaian pada 11 Juli 2026. Meski demikian, peluang perpanjangan waktu masih terbuka, terutama jika kendala penyaluran anggaran dari pusat belum terselesaikan.

Secara strategis, pembangunan Jalan Lolu–Kabobona diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara jalan provinsi dan kabupaten. Kehadiran ruas jalan yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Tujuan utama pengusulan ruas ini adalah untuk konektivitas yang juga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” jelas Triyono.

Lingkup pekerjaan proyek ini cukup komprehensif, mencakup pembangunan drainase berupa gorong-gorong beton bertulang, pekerjaan tanah seperti timbunan material pilihan dan penyiapan badan jalan, hingga struktur perkerasan berupa lapis pondasi agregat kelas A dan B serta perkerasan aspal AC-WC.

Selain itu, proyek juga meliputi pekerjaan struktur pendukung seperti beton dan pasangan batu, serta pekerjaan pendukung lainnya seperti marka jalan termoplastik, mobilisasi, dan manajemen keselamatan kerja (SMKK).

Dikerjakan oleh CV Orion Putra Mandiri, proyek ini menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Sigi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara menyeluruh (long segmen), sehingga lebih layak dilalui, aman, dan memiliki daya tahan jangka panjang.

Dengan progres yang melampaui target dan pelaksanaan yang berjalan tanpa kendala, Proyek Jalan Lolu–Kabobona diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik diyakini akan membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sigi. (B1)