Berantas.id, TOJO UNA-UNA – Komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sekaligus mendukung ketahanan pangan terus diwujudkan melalui pelaksanaan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Di Kabupaten Tojo Una-Una, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah berhasil menuntaskan paket Preservasi Jalan Bugi–Kalemba, yang menjadi salah satu akses strategis bagi mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Pekerjaan yang berada di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sulawesi Tengah tersebut ditangani oleh PPK 3.1 BPJN Sulawesi Tengah sebagai bagian dari Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025–2026.
PPK 3.1 Provinsi Sulawesi Tengah, Frangky Eka Paendong, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya bertujuan menjaga kemantapan infrastruktur, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan konektivitas kawasan produksi.
“Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap serta mendukung konektivitas dan mobilitas warga,” ujarnya.
Paket preservasi tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 7,3 kilometer yang menghubungkan Desa Dataran Bugi hingga Desa Kalemba, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una. Ruas ini merupakan jalur penting yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat perdagangan.
Pekerjaan meliputi penyiapan badan jalan, timbunan pilihan, pemasangan agregat kelas A, hingga pelapisan aspal AC-WC dengan lebar efektif 4 meter dan ketebalan 6 sentimeter, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi pengguna jalan.
Proyek ini dilaksanakan oleh PT Karya Anuntolufu berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 17 Desember 2025, dengan pengawasan konsultan supervisi PT Bintang Inti Rekatama (KSO). Setelah melalui masa pelaksanaan selama 180 hari kalender, pekerjaan berhasil mencapai Provisional Hand Over (PHO) pada 14 Juni 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp26,28 miliar.
Rampungnya proyek ini diharapkan mampu memperlancar arus distribusi komoditas pertanian, menekan biaya logistik, mempercepat waktu tempuh, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan Tojo Una-Una.
Melalui Program Inpres Jalan Daerah, BPJN Sulawesi Tengah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat rantai pasok pangan, meningkatkan produktivitas daerah, dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Dengan konektivitas yang semakin baik, kawasan-kawasan produksi di Sulawesi Tengah diharapkan semakin berkembang, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. ***









