BERANTAS.ID, SULAWESI TENGAH — Pelaksanaan preservasi Jalan Tolai-Sausu yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menunjukkan perkembangan positif. Hingga 21 Agustus 2026, realisasi fisik pekerjaan tercatat mencapai 67,366 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 66,594 persen.
Capaian tersebut menghasilkan deviasi positif sebesar 0,772 persen, menandakan progres pekerjaan di lapangan masih berada di atas rencana yang telah ditetapkan.
Informasi perkembangan tersebut disampaikan General Superintendent (GS) PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili, Hikmawati, ST.
Menurut Hikmawati, pelaksanaan pekerjaan saat ini terus diarahkan untuk mempercepat sejumlah item pekerjaan yang masih tersisa, khususnya pelebaran badan jalan melalui pekerjaan galian widening.
Hingga 21 Agustus 2026, pekerjaan galian widening telah mencapai STA 25+050, dari target pekerjaan hingga STA 29+00.
“Agak turun karena kemarin berduka ada driver meninggal, jadi stagnan beberapa hari karena tidak kerja. Sekarang sudah di-gas kembali,” ujar Hikmawati.
Meski sempat mengalami penghentian aktivitas selama beberapa hari akibat kabar duka tersebut, pekerjaan kini kembali berjalan dan dilakukan percepatan.
Lapisan Konstruksi Terus Bergerak
Selain pekerjaan pelebaran, progres pada sejumlah lapisan konstruksi jalan juga terus mengalami peningkatan.
Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah (LPB) telah mencapai STA 24+500, sementara Lapis Pondasi Atas (LPA) mencapai STA 24+300.
Adapun pekerjaan pengaspalan telah mencapai STA 21+550, sedangkan pekerjaan Lapis Pondasi Stabil (LPS) telah mencapai STA 25+000.
Capaian tersebut menunjukkan pekerjaan berlangsung secara bertahap dari pelebaran badan jalan, pembangunan lapisan pondasi, hingga perkerasan dan penyelesaian akhir.
Dengan posisi realisasi yang telah mencapai 67,366 persen, pelaksana masih memiliki sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan untuk mengejar penyelesaian proyek sesuai target.
- Percepatan Jadi Fokus
Sejumlah item pekerjaan yang masih tersisa antara lain Galian Biasa (Widening), LPB, LPA, LPS, pengaspalan serta marka jalan.
Untuk pekerjaan galian widening, progres telah mencapai STA 25+050 dari target STA 29+00. Sementara pekerjaan lapisan pondasi dan perkerasan terus dilaksanakan mengikuti tahapan pekerjaan di lapangan.
Percepatan pekerjaan menjadi perhatian pelaksana mengingat proyek tersebut memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarkawasan di Sulawesi Tengah.
Skema pembiayaan melalui SBSN sendiri merupakan salah satu instrumen pembiayaan pembangunan infrastruktur pemerintah. Melalui skema tersebut, pembangunan infrastruktur strategis, termasuk sektor jalan dan jembatan, memperoleh dukungan pembiayaan dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara.
Pada preservasi Jalan Tolai-Sausu tahun 2026, capaian hingga 21 Agustus menunjukkan posisi realisasi yang tetap berada di atas target.
Realisasi 67,366 persen berbanding target 66,594 persen menjadi indikator bahwa pekerjaan kembali bergerak setelah sempat mengalami stagnasi beberapa hari.
Pelaksana kini terus mendorong percepatan pada pekerjaan yang tersisa, dengan harapan capaian progres dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan hingga seluruh rangkaian pekerjaan preservasi Jalan Tolai-Sausu rampung sesuai ketentuan dan target pelaksanaan. ***
