Berantas.id, Sulawesi Tengah – Komitmen pemerintah dalam menjaga keandalan infrastruktur jalan nasional terus diwujudkan melalui percepatan penanganan longsor di berbagai daerah. Di Provinsi Sulawesi Tengah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah tengah mengoptimalkan pekerjaan preservasi pada ruas Jalan Nasional Tambarana–Batas Kota Poso (Jalan Diponegoro) hingga Tentena–Taripa. Hingga awal Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 47,77 persen dan seluruh pelaksanaan masih berjalan sesuai jadwal.
Paket pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Waju Malabbi di bawah pengawasan PPK 4.1 BPJN Sulawesi Tengah tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum dalam menjaga kemantapan jalan nasional sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Poso.
Tak hanya menangani titik-titik longsoran, pekerjaan preservasi juga mencakup pembangunan box culvert, saluran mortar, drainase jalan, bahu jalan, dinding penahan tanah (DPT), hingga pemasangan u-ditch sebagai sistem pendukung pengendalian air di sepanjang ruas jalan.
General Superintendent CV Waju Malabbi, Jumardin, mengatakan pelaksanaan pekerjaan difokuskan pada sejumlah titik prioritas yang membutuhkan penanganan segera agar mobilitas masyarakat tetap aman dan distribusi logistik tidak terganggu.
Menurutnya, paket pekerjaan dengan nilai kontrak sekitar Rp9,25 miliar tersebut saat ini telah mencapai progres fisik 47,77 persen.
“Seluruh pekerjaan masih berjalan on schedule dan sesuai rencana yang telah ditetapkan,” ujar Jumardin, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sembilan titik penanganan yang masih dikerjakan. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan box culvert, saluran mortar, perbaikan drainase, penanganan bahu jalan, hingga pembangunan dinding penahan tanah sebagai penguat lereng di sejumlah lokasi rawan longsor.
Beberapa item pekerjaan juga telah rampung. Salah satunya adalah pemasangan u-ditch yang telah selesai dilaksanakan. Sementara itu, pekerjaan penanganan longsor kini memasuki tahap pengecoran pada sejumlah lokasi untuk memperkuat struktur tanah dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Program preservasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi ruas Jalan Nasional Tambarana–Batas Kota Poso–Tentena–Taripa sebagai jalur strategis yang menghubungkan pusat kegiatan masyarakat, distribusi barang, dan akses menuju kawasan di Kabupaten Poso serta wilayah sekitarnya.
Melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti drainase, box culvert, dinding penahan tanah, bahu jalan, hingga sistem saluran air yang lebih baik, pemerintah berupaya meningkatkan ketahanan jalan terhadap bencana sekaligus memperpanjang usia layanan infrastruktur nasional.
Dengan capaian progres 47,77 persen dan seluruh tahapan pekerjaan yang masih berada pada jalur penyelesaian sesuai target, BPJN Sulawesi Tengah optimistis proyek preservasi jalan nasional tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat melalui akses transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan. ***
