Buol Mulai Bersinar! 1.450 Titik Lampu Terpasang, 1.050 Lagi Menanti Dituntaskan

BUOL, BERANTAS.ID – Perlahan, wajah malam Kabupaten Buol mulai berubah. Program Buol Terang yang digadang-gadang memperluas jangkauan penerangan jalan kini mencatat capaian pemasangan 1.450 titik lampu dari total target 2.500 titik. Artinya, masih ada 1.050 titik yang harus dikebut hingga seluruh sasaran pekerjaan tercapai.

Program Revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dikerjakan PT Solarens Ledindo ini menjadi salah satu upaya mendorong pembangunan infrastruktur daerah, khususnya dalam menghadirkan akses penerangan yang lebih merata bagi masyarakat di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Capaian tersebut menandai progres pelaksanaan pekerjaan yang terus bergerak. Berdasarkan informasi terbaru, pemasangan lampu masih mengacu pada master plan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan proyek juga dilaporkan berjalan sesuai rencana kerja dan jadwal kontrak, tanpa kendala berarti di lapangan.

Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Dari total 2.500 titik yang ditargetkan, sekitar 58 persen telah terpasang, sementara 42 persen lainnya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

1.050 Titik Tersisa, Pemerataan Jadi Tantangan

Besarnya target pemasangan membuat penyelesaian sisa pekerjaan menjadi perhatian penting. Bukan sekadar mengejar angka, pemerataan titik penerangan hingga wilayah yang membutuhkan harus menjadi bagian utama dari keberhasilan program tersebut.

Penerangan jalan memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat setelah matahari terbenam. Jalan yang terang diharapkan dapat membantu meningkatkan jarak pandang pengendara, memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, serta mendukung aktivitas ekonomi warga pada malam hari.

Manfaat itu tentu akan lebih terasa apabila lampu yang terpasang benar-benar berfungsi optimal, tersebar sesuai perencanaan, dan menjangkau kawasan yang membutuhkan penerangan.

Karena itu, capaian pemasangan 1.450 titik menjadi awal yang penting. Tantangan berikutnya adalah memastikan 1.050 titik tersisa dapat dituntaskan sesuai kontrak, dengan kualitas pekerjaan dan spesifikasi teknis yang tetap terjaga.

Teknologi LED dan Harapan Efisiensi Anggaran

Tak hanya berorientasi pada penerangan, Program Buol Terang juga diarahkan untuk mendukung efisiensi konsumsi listrik melalui penggunaan teknologi lampu LED.

Dalam pemberitaan sebelumnya, biaya listrik penerangan jalan diproyeksikan turun dari sekitar Rp2,7 miliar menjadi Rp1,7 miliar per tahun. Jika proyeksi tersebut terealisasi, potensi penghematan mencapai sekitar Rp1 miliar setiap tahun.

Meski demikian, angka tersebut masih merupakan proyeksi. Efektivitas penghematan perlu dibuktikan melalui perbandingan konsumsi listrik dan biaya operasional sebelum dan sesudah sistem penerangan beroperasi secara optimal.

Transparansi data konsumsi listrik, kondisi lampu di lapangan, serta biaya pemeliharaan akan menjadi indikator penting untuk menilai sejauh mana program ini memberikan manfaat nyata terhadap efisiensi anggaran daerah.

Bukan Hanya Terpasang, Lampu Harus Benar-Benar Menyala

Keberhasilan proyek PJU tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya tiang atau lampu yang telah dipasang. Lebih dari itu, kualitas instalasi, kesesuaian spesifikasi, pemerataan lokasi, ketepatan waktu penyelesaian, dan keberlanjutan pemeliharaan harus menjadi ukuran utama.

Lampu yang terpasang tetapi tidak berfungsi tentu tidak akan memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Oleh sebab itu, pengujian fungsi dan pengawasan pekerjaan menjadi bagian penting dalam memastikan hasil proyek sesuai tujuan.

Kini, dengan 1.450 titik telah terpasang, Program Buol Terang masih memiliki perjalanan untuk mencapai target penuh 2.500 titik. Sebanyak 1.050 titik tersisa menjadi penentu langkah berikutnya.

Harapannya, program ini tidak berhenti pada angka progres, tetapi benar-benar menghadirkan jalan yang lebih terang, mobilitas yang lebih nyaman, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Buol.

Sebab, ukuran sesungguhnya dari sebuah program penerangan bukan sekadar berapa banyak lampu yang dipasang, melainkan berapa banyak warga yang akhirnya merasakan manfaat ketika malam tiba. ***