Berantas.id, Palu – Proyek A1 Kota Palu terus menunjukkan progres signifikan dalam rekonstruksi infrastruktur pasca bencana 2018. Dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, proyek ini bertujuan memperkuat konektivitas jalan dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
Sejak kontrak dimulai pada 6 November 2023, proyek ini telah mencapai progres 66,029% per 18 Maret 2025. Kepala PPK 2.5 Sulawesi Tengah, Rizky Ananda, ST., M.Eng, menjelaskan bahwa Proyek A1 mencakup pembangunan Elevated Road dan rehabilitasi 14 ruas jalan utama dengan total panjang 16,255 kilometer.
“Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan dan penguatan infrastruktur Kota Palu pasca bencana, dengan fokus pada ketahanan terhadap bencana dan peningkatan konektivitas,” ujar Rizky.
Elevated Road: Solusi Infrastruktur Tahan Bencana
Salah satu komponen utama proyek ini adalah pembangunan Elevated Road sepanjang 2,121 kilometer di kawasan Rajamoili–Cut Mutia. Jalan layang ini dirancang untuk mengurangi dampak gempa dan tsunami di masa depan.
“Kami merancang Elevated Road ini untuk memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana alam. Ini langkah strategis yang akan meningkatkan keselamatan masyarakat dalam jangka panjang,” jelas Rizky.
Selain itu, proyek ini juga mencakup peninggian badan jalan di beberapa ruas utama guna mengantisipasi potensi banjir dan kerusakan akibat gempa.
Rehabilitasi 15 Ruas Jalan Utama
Proyek A1 juga mencakup perbaikan dan rehabilitasi 15 ruas jalan utama Kota Palu, termasuk:
– Jalan Karanjalembah (1,971 km)
– Jalan Dewi Sartika (2,790 km)
– Jalan Moh Yamin (2,398 km)
Rehabilitasi ini meliputi peninggian jalan, perbaikan drainase berbentuk U, serta pemasangan lapisan perkerasan baru sesuai spesifikasi umum 2018 untuk memastikan daya tahan infrastruktur dalam jangka panjang.
Pendanaan dan Tantangan Proyek
Proyek A1 Kota Palu didanai melalui skema Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL), hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Dengan durasi pelaksanaan 540 hari sejak Desember 2023, proyek ini ditargetkan selesai tepat waktu.

Pemerintah Kota Palu juga turut berperan dalam pengaturan arus logistik dan penataan fasilitas umum di sekitar jalur yang sedang dibangun, termasuk penyelarasan dengan pembangunan Jembatan Palu IV.

Meski menghadapi tantangan geografis dan kondisi tanah yang rentan bencana, tim proyek telah menyelesaikan lebih dari dua pertiga pekerjaan. Fokus utama saat ini adalah peninggian badan jalan, perbaikan drainase, dan pemasangan perkerasan jalan.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Secara keseluruhan, Proyek A1 Kota Palu tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendukung pemulihan ekonomi pasca bencana. Dengan tersambungnya kembali ruas-ruas jalan yang sempat terputus, proyek ini diharapkan memperlancar arus logistik dan meningkatkan aksesibilitas ke berbagai area penting di Kota Palu.
Rizky berharap bahwa penyelesaian proyek ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dari segi keselamatan, kemudahan transportasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan progres yang positif, proyek ini diperkirakan akan selesai sesuai jadwal dan memberikan dampak jangka panjang bagi warga Palu. (ADV)
