Berantas.id, Palu – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali melanjutkan kegiatan pemeliharaan jalan nasional di wilayah Buol, khususnya pada ruas Buol-Lakuan-Laulalang-Lingadan. Proyek ini dilakukan dalam masa retensi atau masa garansi kontrak guna memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga dan jalan aman digunakan masyarakat.

Eko Galih Prasetya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya fokus pada penanganan kerusakan saluran dan bahu jalan yang terjadi akibat faktor alam. Beberapa titik mengalami penurunan dan amblas, salah satunya di daerah Salumpaga. “Penanganan ini merupakan bagian dari program pemeliharaan jalan termasuk di daerah Salumpaga yang alih trase akibat terjadi penurunan dalam masa retensi warranty kontrak,” kata Eko, Selasa 29 April 2025.
Adapun kegiatan di lapangan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Jaya Mitra Perkasa. Menurut Iwan selaku perwakilan perusahaan, perbaikan saat ini mencakup penimbunan area kritis, perbaikan saluran drainase, serta bahu jalan. “Perbaikan dilakukan di beberapa titik, termasuk penanganan longsoran dan amblasnya bahu jalan, serta perbaikan saluran yang mengalami kerusakan akibat kondisi alam,” jelas Iwan.

Selain penanganan utama di badan jalan, proyek ini juga melibatkan pengecatan parapet jembatan Salumpaga serta pengecoran bahu jalan pada segmen minor 3. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan kondisi optimal infrastruktur jalan nasional yang menjadi penghubung vital antarwilayah.
Dalam pelaksanaan proyek ini, BPJN Sulteng juga mengintegrasikan program padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat. Warga ikut berperan aktif dalam pekerjaan ringan seperti pembersihan drainase, pengendalian vegetasi liar di bahu jalan, serta pengecatan dan pembersihan elemen jembatan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mendukung pemeliharaan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan perekonomian lokal.

Sejak awal tahun anggaran 2024, BPJN Sulteng menetapkan skema preservasi dengan pendekatan pemeliharaan berkala dan rehabilitasi terhadap sejumlah jembatan di ruas jalan nasional Buol. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemeliharaan jangka panjang demi mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang memburuk.
Nilai kontrak proyek ini pun mengalami perubahan atau adendum, dari sebelumnya sebesar Rp15.077.733.000 menjadi Rp16.172.941.020. Kenaikan ini mencerminkan penambahan lingkup pekerjaan dan kebutuhan penanganan di sejumlah titik kritis.
Fase akhir proyek atau Final Hand Over (FHO) dijadwalkan akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan rampung dan memenuhi standar kontrak. Setelah FHO dilakukan, masa pemeliharaan juga akan dianggap selesai. Harapannya, perbaikan ini tidak hanya memberi kenyamanan dalam berkendara, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan dari potensi bahaya akibat kerusakan fisik jalan. (tony)






