Berantas.id, Parigi – Polres Parigi Moutong terus menggencarkan penegakan disiplin berkendara dalam Operasi Patuh Tinombala 2025 yang telah memasuki hari ketujuh pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini menyasar sejumlah pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan di jalan raya, termasuk pengendara di bawah umur hingga pengemudi dalam pengaruh alkohol.
Kasi Humas Polres Parigi Moutong, Iptu Sumarlin, SH, mengungkapkan bahwa operasi ini bertujuan utama untuk menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Sampai hari ketujuh ini, kami mencatat sebanyak 1.195 pelanggar mendapat teguran dan 102 pengendara dikenai sanksi tilang langsung di tempat,” ujar Iptu Sumarlin.
Menurutnya, berbagai jenis pelanggaran ditemukan di lapangan, mulai dari tidak mengenakan helm berstandar SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, pengendara di bawah umur, hingga berboncengan lebih dari satu orang di kendaraan roda dua.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga fokus pada delapan sasaran pelanggaran utama, yaitu:
1. Penggunaan ponsel saat mengemudi
2. Pengemudi di bawah umur
3. Pengendara roda dua berboncengan lebih dari satu
4. Tidak memakai helm SNI
5. Pengemudi mobil tanpa sabuk pengaman
6. Pengemudi di bawah pengaruh alkohol
7. Melawan arus
8. Melebihi batas kecepatan
Iptu Sumarlin menegaskan bahwa selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan edukasi kepada pengendara, terutama anak-anak muda, untuk lebih memahami risiko berkendara tanpa mematuhi aturan.
“Operasi ini tidak hanya fokus pada penindakan, tapi juga edukasi kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran berlalu lintas yang aman dan tertib,” tambahnya.
Operasi Patuh Tinombala 2025 berlangsung selama 14 hari sejak 14 hingga 27 Juli 2025 dan digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah.
“Kami berharap, melalui operasi ini masyarakat semakin disiplin dalam berkendara dan mengutamakan keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegas Iptu Sumarlin.
Polres Parigi Moutong pun mengajak seluruh warga untuk mendukung operasi ini dengan cara sederhana: taati aturan dan patuhi rambu lalu lintas. Pihak kepolisian meyakini bahwa dengan kerja sama semua pihak, angka kecelakaan bisa ditekan dan ketertiban lalu lintas semakin meningkat. (B01)
