Berantas.id, Sigi – Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kembali focus melanjutkan peningkatkan ruas jalan Tanggarawa – Batas menuju Wugaga untuk menghubungkan daerah pariwisata. Hal ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Marawola Barat.

Bupati Sigi Mohamad Irwan melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Edy Dwi Saputro menyampaikan bahwa jalan yang menghubungkan Tanggarawa – Batas Wugaga sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena saat ini kondisi jalan yang sempit, menanjak dan berkelok-kelok.

Jalan ini juga menjadi satu-satunya akses utama masyarakat yang menghubungkan 2 wilayah antara Kecamatan Kinovaro dan Kecamatan Marawola Barat sekaligus jalur menuju ke pusat lokasi pariwisata spot Paralayang yang terletak diatas 500 meter dari permukaan laut di Desa Wayu

Edy Dwi Saputro menambahkan penanaganan ruas jalan Tanggarawa Batas Wugaga yang dilaksanakan tahun 2024 ini, ditangani sepanjang 11 Km untuk memperlancar jarak tempuh dengan melebarkan aspal jalan menjadi 4,5 meter sesuai kondisi lapangan, mengurangi jumlah kelokan yang ada dan mengurangi tanjakan melandaikan ketinggian jalan dengan kemiringanya.

“Peningkatan jalan Tanggarawa Batas panjang penanganan 11 Km dan Aspal ACWC. Karena jalur itu banyak kelokan dan tanjakan, sehingga untuk mengurangi kami lakukan pelebaran badan jalan dengan lebar aspal 4,5 meter dan perbaikan lereng” kata Edy Dwi Saputro, Saptu 7 September 2024.

Menurut Edy Dwi Saputro peningkatan jalan Tanggarawa Batas Wugaga yang ditangani melalui skema long segment itu dilakukan banyak perubahan dengan mengurangi kelokan, tanjakan curam dengan kemiringan stabil sehingga bakal lebih nyaman untuk dilalui kendaraan.

Hingga saat ini, tambah Edy Dwi Saputro, progres peningkatan jalan Tanggarawa Batas Wugaga sejauh 11 km telah menunjukkan progres 22,4 persen dikerjakan. Konstruksi pekerjaanya dilaksanakan oleh PT Panca Jaya Anugrah dengan nilai kontrak Rp.19.372.388.600,00

“Dengan kondisi jalan setelah dilakukan penanganan saat ini otomatis efesiensi waktu tempu berkurang sekaligus penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan khususnya dengan mengangkat potensi pariwisata paralayang yang luar biasa diharapkan akan bisa terus berkembang,” tandasnya. ***






